Nasional

NU Peduli NTT Kembali Salurkan Bantuan Logistik, Sekolah di Ngada Masih Gunakan Tenda Darurat

Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

NU Peduli NTT Kembali Salurkan Bantuan Logistik, Sekolah di Ngada Masih Gunakan Tenda Darurat

Penyaluran bantuan paket logistik bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Ngada, NTTm Sabtu (12/9/2026). (NU Peduli NTT)

Jakarta, NU Online

Sebulan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), sebagian warga terdampak masih bertahan di posko dan tenda mandiri. Kondisi serupa juga terjadi pada aktivitas pendidikan karena sejumlah sekolah yang rusak masih menggunakan tenda darurat yang jauh dari kata layak.

 

NU Peduli NTT terus menyisir wilayah yang belum atau masih minim tersentuh bantuan. Koordinator NU Peduli NTT wilayah Ngada, Irfanuddin mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.

 

“Kami terus menyisir wilayah-wilayah yang kurang tersentuh hingga belum tersentuh sama sekali. NU Peduli NTT ini juga terus berkoordinasi dengan BPBD Ngada supaya bantuan tepat sasaran. Dari BPBD Ngada diarahkan ke lokasi yang kita bagikan ini karena benar-benar belum terdapat bantuan atau sangat minim tersentuh,” kata Irfan kepada NU Online, Senin (14/9/2026).

 

Ia menyampaikan bahwa ratusan paket bantuan disalurkan di Ruing Barat, Bajawa Utara, Golewa Selatan, dan Golewa. Bantuan logistik tersebut berupa beras, air mineral, minyak goreng, telur, biskuit, serta makanan ringan dan jajanan anak-anak.

 

Namun, kebutuhan warga tidak berhenti pada makanan. Banyak rumah mengalami rusak berat, roboh sebagian, bahkan seluruhnya. Warga pun masih menggunakan tenda mandiri dari terpal bekas yang sebagian berlubang.

 

“Mereka menyampaikan bahwa logistik makanan penting, tapi mereka juga membutuhkan selimut, alas tidur yang layak, terpal yang layak,” ujar Irfan.

 

Kondisi memprihatinkan juga terlihat di sekolah. Irfan menemukan anak-anak belajar di tenda darurat yang terbuat dari terpal sambung-menyambung dan berlubang.

 

“Ketika saya lihat tenda darurat itu jauh dari kata layak karena tendanya saling sambung-sambung jadi kaya dari terpal yang disambung sambung. Saya yakin kalau hujan pasti kehujanan karena masih samung-sambung dan bolong-bolong,” ucapnya.

 

“Kalau seperti itu kegiatan belajar juga kurang nyaman, pasti membutuhkan terpal yang mungkin aman, tidak bocor. Sampai sekarang dari pemerintah belum memberikan tenda darurat untuk anak-anak bersekolah,” lanjutnya.

 

Tim NU Peduli Gempa Flores juga membuka donasi untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat.Penggalangan dilakukan melalui situs www.nucare.id/campaign/pedulibencana atau NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.