Nasional

Nutrisi Sehat Selama Bulan Ramadhan Bagi Penderita Diabetes

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:00 WIB

Nutrisi Sehat Selama Bulan Ramadhan Bagi Penderita Diabetes

Ilustrasi nutrisi sehat. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Para pasien atau penderita Diabetes Melitus (DM) perlu memperhatikan nutrisi makanan yang mereka konsumsi selama bulan Ramadhan. Pengaturan nutrisi tersebut harus diperhatikan dan sesuai dengan kondisi saat sahur atau berbuka.


Dokter Spesialis Patologi Klinik Fauqa Arinil Aulia menganjurkan agar penderita diabetes mengonsumsi nutrisi yang tepat saat makan sahur atau berbuka, seperti karbohidrat kompleks, protein seimbang, dan serat yang tinggi.


Ia menambahkan, saat sahur, penderita diabetes bisa mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan yang cukup. Ketika berbuka, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi kurma secukupnya, air putih, serta makanan utama yang seimbang.


"Hindari gula sederhana, gorengan, dan porsi berlebihan," ujarnya saat diwawancarai NU Online pada Senin (23/2/2026).


Dokter Fauqa, sapaan akrabnya, menyebut, nutrisi karbohidrat kompleks terdapat pada nasi merah, roti gandum, oat, atau kentang rebus. Karbohidrat kompleks berfungsi untuk menyuplai energi yang lebih stabil daripada karbohidrat sederhana.


Ia menjelaskan bahwa protein berkualitas terdapat dalam telur rebus, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Protein berkualitas ini berperan dalam menjaga massa otot dan energi penderita diabetes.


"Serat tinggi (terdapat pada) sayuran hijau, buah rendah indeks glikemik (apel, pir, dan pepaya). Serat memperlambat penyerapan glukosa sehingga gula darah lebih terkendali," jelasnya.


Ia juga menjelaskan, lemak sehat terdapat dalam alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Penderita diabetes tidak disarankan mengonsumsi gorengan dan makanan yang mengandung lemak trans.


Selanjutnya, penderita diabetes harus memperhatikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. "Cairan cukup, air putih 6-8 gelas antara berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi," paparnya.


Makanan yang harus dihindari

Alumni pendidikan dokter spesialis Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga Surabaya itu menyarankan kepada penderita diabetes agar sebaiknya menghindari sejumlah makanan. Pertama, gula sederhana dan makanan manis berlebihan. Makanan yang tergolong jenis ini seperti sirup, kue, permen, dan minuman bersoda.


"Cepat menaikkan kadar glukosa darah dan meningkatkan risiko hiperglikemia," ucapnya.


Kedua, gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh atau trans. Makanan ini dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan risiko dislipidemia, dan memperburuk kontrol gula darah.


Ketiga, memakan makanan dengan porsi berlebihan. Glukosa darah bisa melonjak tinggi akibat makan berlebihan setelah seharian berpuasa.


Keempat, memakan takjil berkalori tinggi. Takjil berkalori tinggi biasanya terdapat pada kolak, gorengan, dan es campur dengan gula tambahan.


"Sebaiknya diganti dengan kurma secukupnya (1–2 butir) atau buah segar rendah indeks glikemik," jelasnya.


Pola hidup yang harus dihindari selama Ramadhan

Pertama, melewatkan sahur. Melewatkan makan sahur bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan kelelahan.


Kedua, kurangnya hidrasi. Salah satu pola hidup yang kurang tepat saat menjalani bulan Ramadhan yaitu membatasi minum air putih hanya saat berbuka. 


"Padahal kebutuhan cairan harus dipenuhi antara berbuka hingga sahur," terangnya.


Ketiga, olahraga berat. Olahraga berat saat menjalani puasa berisiko menyebabkan hipoglikemia dan dehidrasi. "Olahraga ringan lebih aman dilakukan setelah berbuka atau tarawih," ungkapnya.


Keempat, tidak memantau gula darah. Mengabaikan pemeriksaan mandiri kadar gula darah membuat hipoglikemia atau hiperglikemia tidak terdeteksi.