Nasional

Peringati Nuzulul Qur'an, Prabowo Komitmen Jaga Perdamaian dalam Negeri dan Hubungan Internasional

Rabu, 11 Maret 2026 | 07:00 WIB

Peringati Nuzulul Qur'an, Prabowo Komitmen Jaga Perdamaian dalam Negeri dan Hubungan Internasional

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan pada peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga perdamaian di dalam negeri dan internasional. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).


Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa momentum Nuzulul Quran menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memahami dan menghayati ajaran Al-Qur’an. Ia menilai pesan moral yang disampaikan dalam acara tersebut sangat relevan di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.


Terlebih dalam situasi global saat ini, berbagai konflik dan ketegangan yang membuat stabilitas dunia berada dalam kondisi rentan. Dalam keadaan tersebut, Indonesia harus tetap menjaga persatuan nasional serta memperkuat kerukunan antarwarga.


“Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak bangsa lain perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini,” ujar Prabowo.


Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menjaga perdamaian baik di dalam negeri maupun dalam hubungan internasional. Ia mengatakan Indonesia akan terus menjalin persahabatan dengan semua negara serta menghormati kedaulatan masing-masing.


“Kita bertekad untuk memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara, dengan semua kekuatan,” ujarnya.


Namun demikian, ia menekankan bahwa upaya menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan doa atau harapan. Menurutnya, perdamaian harus diiringi dengan kerja nyata, termasuk melalui pembangunan kesejahteraan dan penegakan keadilan sosial.


“Menjaga perdamaian itu tidak cukup hanya berdoa dan berharap, tetapi juga dengan ikhtiar dan kerja keras mencapai kesejahteraan dan keadilan,” kata Prabowo.


Dalam konteks itulah, Presiden menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi sebagai syarat utama bagi kemajuan bangsa. Ia menyatakan bahwa praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan harus diberantas karena bertentangan dengan ajaran agama maupun nilai-nilai kebangsaan.


Menurutnya, negara tidak akan mampu berkembang jika pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik korupsi.


“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” tegasnya.


Menurutnya, pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari upaya kolektif untuk menjaga masa depan bangsa.


Ia juga menekankan pentingnya optimisme bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang, selama bangsa Indonesia memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama.


Dalam kesempatan itu, Presiden turut menyinggung tanggung jawab yang diembannya sebagai kepala negara, yakni melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama.


“Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya,” katanya.


Sebelumnya, Penulis Tafsir Al-Misbah Prof Quraish Shihab menekankan pentingnya cara pandang Abu Bakar dalam hal kepemimpinan. Dalam paparannya, sebagai pemimpin, Abu Bakar membuka diri untuk dikritisi dan diberikan saran. Menurutnya, hal ini merupakan langkah untuk memberantas korupsi sekaligus mencapai perdamaian dan keadilan.


"Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar," tuturnya.