Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Jumat, 24 Juli 2026 | 14:15 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto menuding masih ada istilah Londo Ireng yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dibandingkan kepentingan nasional. Ia menyebutkan istilah tersebut kepada wartawan, Lembaga Swada Masyarakat (LSM), dan pengamat.
Merujuk pada sejumlah literatur, Londo Ireng adalah istilah historis dari masa kolonial yang berarti "Belanda hitam", merujuk pada orang pribumi atau kelompok lokal yang membantu atau berpihak pada penjajah Belanda. Sering diartikan sebagai bentuk pengkhianatan atau antek asing yang tidak membela kepentingan bangsa.
Tudingan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, (23/7/2026).
"Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Ya? Yang ikut Belanda perang melawan kita, londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphone-mu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" ucap Prabowo.
Prabowo mengklaim bahwa Indonesia merupakan negara demokratis yang terbuka terhadap kritik. "Kita negara demokratis, kita tidak anti-kritik, tapi kita bukan anak kecil," sebutnya.
Ia juga mempertanyakan sumber pendanaan pihak yang ditudingnya sebagai Londo Ireng. Menurutnya, publik perlu mengetahui siapa yang membiayai aktivitas mereka.
Selain itu, Presiden Prabowo turut menyinggung pemberitaan mengenai pembangunan sekolah. Ia mengatakan pemerintah telah memperbaiki sekitar 67.000 sekolah, tetapi menurutnya masih ada media yang lebih memilih menyoroti sekolah-sekolah yang belum diperbaiki.
"Dia kira kita enggak ngerti. Saya enggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut ya, pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahu lah," katanya.
Presiden Prabowo menilai terdapat kampanye yang bertujuan melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia mencontohkan berbagai prediksi mengenai Indonesia yang disebut akan mengalami collapse atau runtuh setiap bulan, namun menurutnya prediksi tersebut tidak pernah terbukti.
"Indonesia akan collapse. Bulan April akan collapse. Eh, April lewat enggak collapse. Bulan Mei akan collapse. Bulan Mei lewat enggak collapse. Bulan Juni akan collapse. Bulan Juli akan collapse. Tiap bulan akan collapse," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat hendak menyampaikan pernyataan lain, tetapi mengurungkan niatnya karena menyadari terdapat wartawan yang meliput acara tersebut. Seusai menutupi wajahnya dengan naskah pidato, ia berbicara singkat yang tidak terekam kamera.
"Tadi saya bilang gelasmu. Gelas. Gelasmu, boleh kan? Gelasmu, gelas," katanya sambil meminum segelas air putih.
Lebih lanjut, Prabowo mengibaratkan dukungan kepada pemerintah seperti dukungan suporter terhadap sebuah tim sepak bola yang sedang bertanding. Menurutnya, ketika sebuah tim tengah berjuang di lapangan, para pendukung seharusnya memberikan semangat.
"Tapi jangan turunkan moral dong. Orang lagi bertanding di situ, nanti gol masuk. Nanti kamu kalah, nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Suporter gendeng. Gendeng boleh ngomong itu?" terangnya.