Nasional

Sambut Ramadhan 2026, LAZISNU Hadirkan Program Solidaritas Kemanusiaan di Wilayah Terdampak Bencana

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:30 WIB

Sambut Ramadhan 2026, LAZISNU Hadirkan Program Solidaritas Kemanusiaan di Wilayah Terdampak Bencana

Peluncuran Program Solidaritas Ramadhan NU Care-LAZISNU di Gedung PBNU, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Aji)

Jakarta, NU Online

NU Care-LAZISNU menghadirkan Program Solidaritas Ramadhan sebagai aksi kemanusiaan untuk merespons berbagai musibah bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian menyambut bulan suci Ramadhan 1447/2026.


Ketua Panitia Ramadan NU Care-LAZISNU Anik Rifqoh menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan kemanusiaan bagi para penyintas bencana agar tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan layak dan penuh harapan.


“Tahun ini kami mengambil tema Solidaritas Ramadhan karena kami ingin terus membersamai saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana di Sumatra, Jawa, dan lainnya untuk terus kuat, berani, dan semangat dalam menghadapi Ramadhan,” ujarnya kepada NU Online di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, pada Jumat (30/1/2026).


Ia menilai bahwa kondisi saat ini menuntut respons kemanusiaan yang tepat, cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Terlebih, Ramadhan akan segera tiba, sementara banyak penyintas masih harus menjalani ibadah dalam situasi sulit akibat dampak bencana yang belum sepenuhnya pulih.


“Kita tentu saja mengingat ya bagaimana saudara-saudara kita terdampak bencana ini begitu berubah kehidupan dan kehidupannya. Sehingga program Ramadhan ini menjadi salah satu momentum untuk kita kuatkan solidaritas untuk tidak meninggalkan saudara-saudara kita tersebut,” katanya.


Anik menjelaskan, Program Solidaritas Ramadhan di wilayah terdampak bencana meliputi berbagai layanan, antara lain pendirian madrasah darurat, penyediaan paket peralatan sekolah bagi anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan dan psikososial, pembangunan masjid atau musala darurat, penyediaan paket peralatan ibadah, dapur umum, kebutuhan pangan untuk buka puasa dan sahur, penyaluran zakat fitrah, pembangunan MCK, serta penyediaan air bersih.


Selain itu, NU Care-LAZISNU juga menyiapkan program Dai Peduli Bencana untuk memberikan penguatan spiritual dan mental kepada masyarakat terdampak. Para dai yang diterjunkan akan dibekali materi khusus kebencanaan agar dakwah yang disampaikan dapat membantu pemulihan trauma.


“Banyak masyarakat terdampak bencana mungkin butuh penguatan spiritualnya, moral dan kesehatan. Dai-dai yang akan turun nanti kami berikan tema kebencanaan sehingga Ketika mereka turun memberikan ceramah akan disusupi dengan penguatan mental agar trauma yang terjadi saat bencana bisa segera membaik,” jelasnya.


Selain kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, NU Care-LAZISNU terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi kaum mustadh’afin di berbagai wilayah Indonesia serta masyarakat Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, alat perlengkapan kebutuhan keluarga, dan paket berbuka puasa.


“Untuk wilayah Palestina, baik pengungsi di Gaza, Rafah, maupun di luar Palestina. Ada family kit berupa kebutuhan pangan, logistik, pakaian, dan obat-obatan. Iftar akan difokuskan di area Masjid Al-Aqsa,” katanya.


Anik menegaskan komitmen NU Care-LAZISNU dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan lintas bangsa dan negara demi memaksimalkan keberkahan Ramadhan.


Insyaallah terus berkomitmen untuk program Ramadhan dan membersamai masyarakat terdampak bencana dan juga Palestina,” ujarnya.


Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris LAZISNU PBNU H Moesafa. Ia berharap seluruh rangkaian program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia maupun Palestina.


“Kita akan terus bekerja sama untuk umat manusia. Untuk itu, kita melakukan launching Ramadhan 1447 H,” ujarnya.