UNU Jogja Raih 3 Penghargaan di Ajang Kompetisi Kinerja Kehumasan PRIA 2025
Kamis, 27 Februari 2025 | 22:00 WIB

UNU Jogja saat menerima penghargaan PRIA 2025 di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (26/2/2025). (Foto: Humas UNU Jogja)
Bandung, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) meraih tiga penghargaan dalam ajang kompetisi kinerja kehumasan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2025 di Graha Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (26/2/2025).
Meski baru pertama kali mengikuti ajang ini, tetapi UNU Jogja berhasil memborong penghargaan pada tiga karya kehumasan yakni 1 penghargaan Gold Winner, 1 Silver Winner, dan 1 Bronze Winner.
Dalam ajang ini, UNU Jogja masuk dalam penjurian yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor BUMN, NGO, perusahaan swasta, dan kampus terkemuka di Indonesia.
Kinerja PR lembaga-lembaga ini dinilai oleh dewan juri dari para pakar di bidang kehumasan dan komunikasi publik. Tahun ini, PRIA memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan dan mengangkat tema Satu Dekade PRIA 2025: Inspirasi PR untuk Indonesia Masa Depan.
Baca Juga
Komite Hijaz Teladan Kerja Kehumasan
Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNU Jogja Brian Edityanto mengucapkan syukur atas capaian UNU Jogja dalam meraih tiga penghargaan di PRIA 2025.
"Penghargaan PRIA 2025 ini dapat menjadi momentum untuk mengembangkan kinerja komunikasi publik secara lebih inovatif," ujarnya, melalui rilis yang diterima NU Online, Kamis (27/2/2025).
Direktur Komunikasi UNU Jogja Intan Agisti menambahkan, capaian penghargaan PRIA 2025 menjadi apresiasi tersendiri bagi kinerja kehumasan UNU Jogja.
"Yang tak kalah penting, melalui keikutsertaan UNU Jogja di PRIA 2025 telah membuktikan kualitas kinerja UNU Jogja di bidang public relations, sekaligus membuka jejaring dan potensi kolaborasi dengan mitra-mitra terkemuka," tuturnya.
Sementara itu, CEO PR Indonesia Group Asmono Wikan menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, praktik kehumasan mengalami berbagai tantangan dan diliputi keraguan untuk dapat berkembang.
"Melalui ajang ini, keraguan itu ternyata sirna sama sekali. Selama sepuluh tahun kami menggelar PRIA ini, effort lembaga-lembaga dalam membangun kampanye publik sangat fenomenal," paparnya.
Menurutnya, profesi PR masih akan berkembang dalam mengemban fungsi strategis. Ia menekankan, ajang penghargaan ini bukan sekadar memenangkan lembaga, tapi ingin menunjukkan adanya kebanggaan bagi praktisi humas.
"Kekuatan kinerja humas tidak boleh diabaikan karena memberi arti dalam eksistensi kita," ujarnya.
Sebagai informasi, PRIA merupakan ajang apresiasi kinerja humas paling komprehensif di Indonesia sejak 2016 dan mencerminkan kinerja tertinggi di bidang PR.
Ajang ini menjadi barometer kinerja komunikasi publik yang diikuti ratusan korporasi dan organisasi di Tanah Air.
Sepuluh kategori dikompetisikan pada PRIA 2025 yaitu kategori Owned Media, Kanal Digital, Manajemen Krisis, Laporan Tahunan, Program Komunikasi Social Responsibility, Program PR, Departemen PR, Lifetime Achievement dan Kategori Korporasi/Lembaga Terpopuler di Media Sosial.