Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyatakan dunia internasional harus merangkul Iran, bukan mengasingkannya. "Tidak ada untungnya mengisolasi Iran. Sangat penting untuk duduk bersama dengan Iran, berbicara dan mencoba membuat kesepakatan supaya situasi di Timur Tengah kembali normal," ujar Silva beberapa saat sebelum keduanya bertemu di Brasil.
Dalam siaran radio tersebut, Silva juga menyatakan dukungannya agar Iran melakukan negosiasi dengan negara-negara Barat tentang program nuklir mereka. "Saya mendukung anda untuk melanjutkan kesepakatan dengan negara-negara yang berkepentingan demi menemukan solusi terbaik bagi program nuklir Iran," ujar Silva.<>
Silva menyatakan, AS dan para sekutunya harus memakai pendekatan baru dalam menghadapi Iran. Selama ini AS dan sekutu-sekutunya sering mengancam Iran dengan sanksi jika Iran tidak mematuhi keinginan mereka.
Saat keduanya bertemu Senin (23/11), Silva memberikan pelukan hangat kepada Ahmadinejad. Kunjungan Ahmadinejad ke Brasil merupakan yang pertama kali dilakukan presiden Iran sejak Shah Mohammad Reza Pahlavi melakukan tur ke Amerika Selatan 1965 silam.
Dalam pernyataannya pasca pertemuan tersebut, Ahmadinejad kembali menyangkal tuduhan AS dan negara-negara Eropa sekutunya yang mengatakan Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Ia juga menyatakan Iran tetap akan mengembangkan teknologi pengayaan uranium jika masih tidak bisa membeli dari luar negeri.
"Apabila masyarakat Iran meminta kami untuk memproduksi sendiri, maka kami akan membuatnya," ujar Ahmadinejad. Ia juga bersikeras bahwa program tersebut dimaksudkan untuk keperluan pembangkit energi listrik, bukan untuk membuat senjata nuklir.
Pernyataan Ahmadinejad mengenai fasilitas uranium datang kurang dari seminggu setelah Iran menolak permintaan untuk mengirimkan uraniumnya ke luar negeri. Sebelumnya, badan PBB urusan atom (IAEA) merencanakan agar Iran mengirimkan uraniumnya ke Rusia dan Prancis untuk diubah menjadi bahan bakar, dan akan dikirimkan ke Iran setahun setelahnya.
Pertemuan Silva dan Ahmadinejad kemarin dicela oleh AS. Kepala Subkomite Masalah Luar Negeri AS, Eliot Engel, menyatakan dukungan Ahmadinejad agar Brasil menduduki kursi permanen di DK PBB adalah kebodohan. Ia juga mengatakan Silva telah membuat kesalahan dengan bertemu dengan Ahmadinejad. (min)