Tindakan pelemparan sepatu oleh wartawan stasiun televisi independen Irak Al-Baghdadia dicap memalukan oleh pemerintah Irak, namun justru mendapat pujian tinggi dari warga Irak, bahkan dunia Arab pada umumnya.
Warga Arab menilai pelemparan tersebut sebagai hadiah perpisahan yang layak bagi presiden AS yang tak populer itu. Dunia Arab bahkan menekan pemerintah Irak untuk segera membebaskan ‘pahlawan’ Muntazer Al-Zaidi.<>
Rekan-rekannya yang bekerja untuk Al-Baghdadia menyatakan merasa "benci Amerika" dan telah merencanakan serangan seperti ini selama berbulan-bulan terhadap tokoh yang memerintahkan perang di negaranya.
"Melempari Bush dengan sepatu merupakan ciuman pamitan terbaik hingga sejauh ini. Itu merupakan ungkapan bagaimana rakyat Irak dan bangsa Arab lainnya membenci Bush," tulis Musa Barhoumeh, editor koran independen Yordania, Al-Gahd,seperti dikutip AFP.
Sementara itu di Washington, Zaidi dicap sebagai orang yang cuma mencari perhatian. "Tak diketahui apa motivasi orang itu, ia tampaknya jelas hanya berusaha mendapatkan perhatian atas dirinya," kecam Jurubicara Deplu AS, Robert Wood.
Pemerintah Irak mencap tindakan Zaidi sebagai memalukan dan menuntut permintaan maaf dari pemimpin redaksinya yang berkerdudukan di Kairo. Namun bukannya minta maaaf, televisi tempat Muntazer Al-Zaidi justru menuntut pembebasan segera Zaidi.
Zaidi melompat dalam jumpa pers bersama Bush dan Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki, Ahad, sambil berteriak "Ini ciuman penghabisan, you dog" dan melempar dua sepatunya pada Bush.
Bush menunduk dan sepatu pertama mengenai bendera AS dan Irak di belakang kedua pemimpin, sedangkan sepatu kedua luput dari sasaran. Zaidi segera diringkus dan dibawa pergi para petugas keamanan. (nur/afp/ant)