Warta

Jordania Desak UE Bantu Hentikan Permukiman Israel di Jerusalem

Senin, 7 Desember 2009 | 00:48 WIB

Amman, NU Online
Raja Jordania Abdullah II, Ahad, mendesak Uni Eropa (UE) untuk membantu menghentikan pembangunan permukiman Israel di Jerusalem, menjelang pertemuan para menteri luar negeri UE di Brussels.

"Negara-negara Eropa harus mendesak Israel untuk menghentikan tindakan sepihaknya di Jerusalem. Tindakan itu mengancam tempat suci umat Muslim dan Kristiani di Jerusalem, berusaha untuk mengubah tanda-tanda penunjuk kota itu dan menghilangkan warga Arab dari sana," kata Abdullah II kepada para duta besar UE untuk Amman pada suatu pertemuan.<>

Raja Abdullah II memuji usul presiden UE sekarang ini, Swedia, Jerusalem timur sebaiknya menjadi ibu kota negara Palestina pada masa depan sebagai bagian dari perjanjian perdamaian Timur Tengah.

"Perdamaian, kestabilan dan keamanan tidak akan dapat dicapai di wilayah itu kecuali sebuah negara Palestina yang merdeka didirikan," kata raja Jordania tersebut, yang negaranya menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel pada 1994.

Perselisihan meletus antara Israel dan UE karena usul bahwa blok itu menyerukan dibentuknya "negara Palestina yang merdeka, demokratis, berbatasan dan pantas yang terdiri atas Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Jerusalem timur sebagai ibukotanya".

Naskah rancangan itu telah dipersiapkan untuk pertemuan para menlu UE di Brussels, Rabu, tapi para diplomat mengatakan usul itu dapat berubah menjelang pembicaraan tersebut karena penentangan dari sejumlah negara anggota.

Israel menduduki dan mencaplok Jerusalem timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan menganggapnya sebagai "ibu kota abadi yang tak dapat dipisahkan" dari negara Yahudi itu, dalam tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional. (ant)


Terkait