Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tampil menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan. Untuk itu, selama berprediket mahasiswa harus pula membekali diri dengan ilmu dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman menegaskan hal itu di hadapan peserta Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Kota Pariaman/Kabupaten Padangpariaman, Ahad (7/12), di Pariaman.<>
MAPABA diikuti sekitar 25 orang anggota baru, berlangsung tertib. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.
Menurut Rahmat, kader PMII yang sangat ini masih menimba ilmu pengetahuan di kampus harus sudah mulai menjadi pemimpin di kampus masing-masing. Kader PMII harus kritis, inovatif, dan selalu memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu. Sehingga mahasiswa tersebut dapat menjadi pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan.
“Jika mahasiswa hanya berkutat dengan buku, duduk di ruangan kampus, tanpa dibarengi dengan aktifitas berorganisasi, maka akan menghasilkan manusia robot. Ia baru akan bertindak dan berbuat, kalau sudah diperintah. Mahasiswa jenis ini tidak akan bisa melakukan inovasi, tidak punya inisiatif, kreatif dan mau enaknya saja,” katanya.
“Apalagi di tengah tantangan zaman yang semakin ketat dan tingginya angka pengangguran, semakin diperlukan mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Sehingga setelah tamat kuliah, tidak hanya menunggu dibukanya lamaran untuk menjadi calon pegawai negeri sipil. Tetapi mahasiswa mampu menciptakan lapangan pekerjaan, minimal untuk diri sendiri,” kata Rahmat.
Ketua Cabang PMII Persiapan Kota Pariaman/Kabupaten Padangpariaman Hendri menyebutkan, mahasiswa di Pariaman mulai bergairah aktif di PMII. Mahasiswa menyadari pentingnya berorganisasi.
Dilihat dari aspek pengamalan keagamaan di masyarakat Pariaman dan Padangpariaman, kehadiran PMII pantas mendapatkan perhatian besar dari mahasiswa. Apalagi pondok pesantren salafiyah cukup banyak di Padangpariaman, kata Hendri. (nam)