Warta

Kecolongan Melahirkan, Tes Kesehatan Calhaj Diperketat

Senin, 9 November 2009 | 00:46 WIB

Jakarta, NU Online
Setelah seorang calhaj kloter 35 Jakarta Selatan, Iyet Suryani (33), terpaksa melahirkan di rumah sakit Bilada, Madinah, dengan kondisi bayi prematur berusia 26 minggu melalui operasi caesar, maka pemeriksaan kesehatan para calon jamaah haji (calhaj) terutama wanita usia subur (WUS), semakin diperketat.

Pemeriksaan kesehatan bagi calhaj WUS diusulkan untuk dilengkapi sistem sidik jari, karena lolosnya Iyet Suryani disebabkan penggunaan joki saat pemeriksaan urine di puskesmas. Karenanya, petugas puskesmas tidak mengetahui kondisi Iyet yang sesungguhnya.<>

''Kita perketat (pemeriksaan kesehatan) supaya kejadian itu tidak terulang lagi,'' Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Firdaus Yusuf Rusdi di Jakarta, Ahad (8/11).

Menurut Firdaus, Iyet Suryani pun memakai pakaian longgar saat berangkat ke Tanah Suci melalui bandara. Sehingga pihaknya tidak dapat melihat secara pasti kondisi perut Iyet yang tengah mengandung.

''Pemeriksaan di bandara kan hanya sepintas, sedangkan pemeriksaan kesehatan secara awal dilakukan di tingkat puskesmas,'' tutur Firdaus seperti dilansir Republika Online.

Firdaus berharap, dengan adanya peristiwa itu, petugas kesehatan di puskesmas lebih teliti dalam memeriksa kesehatan para calhaj. Bahkan, pihaknya mengusulkan penggunaan sidik jari calhaj untuk menghindari sistem joki dalam pemeriksaan kesehatan.

"Para wanita yang tengah hamil sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berangkat ke Tanah suci. Karena berisiko menyebabkan gangguan kesehatan hingga kematian bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Hal itu pun akan merepotkan kedua belah pihak, baik si ibu maupun pihak KBRI,'' tandas Firdaus. (min)


Terkait