Menteri Agama Suryadharma Ali menilai, seluruh persiapan bagi pelaksanaan wukuf di Padang Arafah telah dilakukan dengan baik dan berharap prosesi puncak ibadah haji itu berjalan lancar.
"Saya sudah cek langsung dapur-dapur dan gudang penyimpanan logistik yang disiapkan oleh panitia." ujar Menag ketika meninjau persiapan wukuf di Padang Arafah bersama Ketua Komisi VIII DPR-RI Abdul Kadir Karding dan Amirul Haj Bahrul Hayat, Selasa (24/11) sore.<>
Ia berharap, wukuf di Padang Arafah yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Dari muasassah (penyelenggara layanan haji setempat), Menag juga telah mendapatkan jaminan, jamaah tak akan kekurangan makanan selama berada di Arafah.
Hidangan bagi jamaah selama di Padang Arafah diberikan secara prasmanan guna mencegah agar jemaah tidak saling berebut atau ada yang tidak kebagian seperti yang pernah terjadi pada musim haji dua tahun lalu dengan pembagian nasi kotak.
Menag juga meninjau kemah-kemah yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia,termasuk fasilitas ruang shalat dan kamar mandi, termasuk perkemahan bagi jemaah haji khusus (ONH PLus).
Ritual Wukuf yang dimaknakan sebagai perenungan merupakan replika saat manusia berada di Hari Penantian (Padang Mashyar) dalam formasi menunggu dihisab Allah swt(ditimbang-timbang pahala dan dosanya) dimulai pada saat matahari tegelincir di tengah hari sampai tengah malam pada 9 Zulhijah (Kamis, 26 November).
Jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji mulai bergeser dari Mekah ke Padang Arafah (sekitar 20 Km), Rabu siang dengan bus atau kendaraan lebih kecil berkapasitas penumpang minimal 25 orang. Wukuf adalah salah satu rukun haji yang harus dilakukan, jika tidak, ibadah hajinya dianggap tidak sah.
Jamaah yang sakit atau uzur akan disafariwukufkan, diangkut ke lokasi batas area Wukuf dengan ambulan atau kendaraan khusus yang disiapkan, sementara jamaah yang masih sakit akan diwadalhajikan atau ditunda wukufnya. Terdapat sekitar 145 jamaah haji Indonesia yang akan disafariwukufkan dan lima orang yang diwadal hajikan.
Setelah Wukuf, lewat tengah malam jemaah akan menuju Mina untuk melontar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, dilanjutkan dengan melontar ketiga jumrah (Ula, Wustha dan Aqabah) sampai tiga hari berturut-turut setelah itu.
Sebelum melontar jumrah, lewat Kamis tengah malam, jemaah akan singgah sejenak di Muzdalifah untuk melakukan mabit (mengumpulkan batu untuk melontar jumrah).
Bagi jemaah yang mengikuti Nafar Awal, akan melontar 49 batu yakni tujuh batu dilontarkan pada hari pertama di jumrah Aqabah (Jumat, 10 Zulhijah) dan 42 batu lagi dilontarkan di ketiga jumrah selama dua hari (7x3x2).
Sementara jemaah yang mengikuti prosesi Nafar Sani akan melontar 70 batu, tujuh batu dilontarkan di Jumrah Aqabah pada hari pertama dan 63 batu di ketiga jumrah selama tiga hari berturut-turut (3x7x3). Ritual jumrah menamsilkan peringatan saat Nabi Ibrahim digoda setan agar membangkang dari perintah Allah menyembelih puteranya, Ismail.
Menag juga meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPJHI) dan perkemahan haji di Mina. (ant)