Warta

Muslim Hongkong Guyub Antar Etnis

Sabtu, 21 November 2009 | 08:42 WIB

Hongkong, NU Online
Orang Muslim di Hongkong adalah kaum minoritas. Dari sekitar 8 juta lebih penduduk Hongkong, sekitar 80.000 penduduknya memeluk agama Islam. Lebih dari setengah orang Cina, dengan sisanya lahir baik lokal non-Cina atau keturunan Pakistan, India, Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah serta Afrika. Jumlah itu belum ditambah sekitar 100.000 pekerja Indonesia yang membuat total populasi Muslim di negeri bekas jajahan kolonial Inggris ini menjadi 180.000.

Memang, sejarah umat Islam di Hongkong sulit dilacak. Namun, komunitas Muslim menjadi mencolok sejak Hongkong berada di bawah pemerintahan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Inggris membawa tentara Muslim dari India. Mereka datang dengan pedagang muslim. Setelah jumlah umat Muslim meningkat di Hongkong, mereka membentuk sebuah komunitas distrik, tanah yang dialokasikan pemerintah kepada mereka untuk membangun masjid dan kuburan.<>
Seperti tahun-tahun berlalu, semakin banyak orang Muslim yang datang ke Hongkong, seperti umat Muslim Cina yang datang dari daratan.

Muslim di Cina Budaya dan Fraternal Association adalah badan utama yang mewakili umat Islam Cina di Hongkong. Didirikan pada 1922 di No 7 Chan Tong Lane, Wan Chai dan dimasukkan sebagai organisasi amal pada tahun 1963. Selain melakukan kegiatan keagamaan bagi umat Islam Cina, mengelola dan memelihara lima nirlaba membuat sekolah yang terdiri dari satu perguruan tinggi, dua sekolah dasar dan tiga TK.

Empat pokok masjid digunakan setiap hari untuk berdoa. Yang paling tua adalah Masjid Jamia di Jalan Shelley di Pulau Hongkong berdiri sebelum pergantian abad dan dibangun kembali pada tahun 1915 dengan menampung 400 jamaah. Demikian seperti dilansir beritajatim.com, Sabtu (21/11)

Selain itu, ada Masjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre di Wan Chai pada dibuka pada 1981. Masjid delapan lantai ini juga termasuk rumah, balai pertemuan, perpustakaan, klinik medis, ruang kelas dan kantor. Masjid ini dikelola oleh Persatuan Islam Hongkong yang menampung 700 orang, tetapi dapat menyimpan hingga 1500 orang dengan menggunakan ruang lain di pusat.

The Kowloon Masjid dan Islamic Centre kadang juga disebut 'Golden Mile' di Nathan Road, dibuka pada 1984 dan digantikan sebuah masjid yang dibangun pada tahun 1896. Bangunan megah ini terdapat ciri khas di Tsim Sha Tsui yakni batu marmer putih pada dindingnya.

Sedangkan yang tak kalah menariknya, di lantai atas terdapat restauran khusus Muslim yang awalnya dikelola istri Osman Ramju Sadick. Meski menu yang disediakan dijamin 100 persen halal, pengelolaan restauran tetap berciri khas Cina. Sehingga, bagi lidah orang Indonesia pun tidak kalah sedapnya. Apalagi, di ruangan seluas 20x 30 meter inilah terkadang menjadi pusat pertemuan umat Muslim di penjuru Hongkong.

Tak ayal, nuansa persaudaraan yang sangat tinggi muncul di lingkungan masjid Osman Ramju Sadick ini. (min)


Terkait