Warta

Nuklir Iran Ditentukan Senin

Sabtu, 21 November 2009 | 12:09 WIB

Brussel, NU Online
Lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dan Jerman yang tergabung dalam 5P+1 akan bertemu di Brussels, hari ini untuk membahas penolakan Iran terhadap proposal Wina.

Pertemuan difasilitasi Uni Eropa tersebut diharapkan bisa menemukan penyelesaian terbaru dalam krisis nuklir Iran. Juru bicara kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana membenarkan rencana pertemuan itu. "Hari ini akan ada pertemuan di Brussel di level direktur politik. Pertemuan Uni Eropa," jelas Solano.
<>
Negara 5P+1 terdiri dari lima anggota Dewan Keamanan PBB (Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, dan China) serta Jerman. Negara-negara inilah yang selama ini dilibatkan dalam perundingan tingkat dunia terkait penyelesaian kasus nuklir Iran.

Pertemuan Brussel dilaksanakan hanya dua hari setelah Iran menolak draf proposal yang dibuat negara 5P+1 di Wina, 20-23 Oktober silam. Dalam proposal itu disebutkan Iran diminta untuk mengirim 70 persen uranium rendahnya (LEU) atau sekitar 1,2 ton ke Rusia. Nantinya, Prancis akan mengubah LEU ini menjadi inti bahan bakar mesin isotop untuk pengobatan kanker. Draf ini dinilai sebagai jalan tengah terhadap perbedaan dua pandangan atas program pengayaan uranium Iran.

Dunia Barat meyakini kalau program tersebut digunakan Iran untuk pengembangan senjata nuklir sementara Iran tetap bersikukuh program pengayaan uraniumnya dikembangkan sebagai sumber energi warganya. Dalam keterangannya, Pemerintah Iran memilih untuk menolak proposal Wina karena adanya kecurigaan besar mereka terhadap Amerika Serikat. Iran juga meminta agar AS segera menghentikan blokade terhadap aset-aset Iran bila ingin mendapatkan kepercayaan dari Iran dan menjadi bukti kalau AS memang sudah berubah. (min)


Terkait