Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan mengumpulkan para calon anggota legislatif (caleg) keluarga besar NU Kota Pekalongan dalam acara silaturrahim dan pembekalan di Gedung DPRD setempat, Ahad (28/12).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-83 Nahdlatul Ulama yang akan diadakan secara beruntun hingga Februari 2009 nanti.<>
Humas panitia peringatan Harlah, Drs Much. Ngisom Cholil menyatakan, silaturrahim dan pembekalan caleg caleg keluarga besar NU Kota Pekalongan adalah dalam rangka penyamaan visi dan misi NU dalam bidang politik.
“Diharapkan ke depan para caleg yang nantinya dapat duduk menjadi anggota dewan dapat mewarnai peta perpolitikan di Kota Pekalongan khususnya dalam bidang legislasi, penyusunan anggaran dan pengawasan,” katanya di sela-sela persiapan kegiatan di Pekalongan, Kamis (25/12).
Ditambahkan, untuk memberikan pembekalan yang cukup, pihak panitia akan menghadirkan nara sumber dari Ketua Bawaslu Pusat Nur Hidayat Sardini, Mantan Ketua KPU Jawa Tengah Hasyim Asy’ari dan Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah DR H. Abu Hafsin Umar, MA.
Sementara itu dilaporkan silaturrahmi dan pembekalan caleg keluarga besar NU Kota Pekalongan sempat menui protes beberapa caleg karena tidak mendapatkan undangan acara tersebut.
Pihak panitia yang dihubungi NU Online membenarkan adanya protes dari beberapa caleg yang hingga kini belum mendapatkan undangan dari panitia, padahal mereka menyatakan ingin meghadiri acara tersebut.
Panitia telah menginventarisir caleg caleg keluarga besar NU untuk diminta hadir, namun diperkirakan sebagian masih dalam proses distribusi.
PCNU Kota Pekalongan melalui panitia harlah juga akan menggelar kegiatan Pengkaderan aswaja tingkat pelajar di Pondok Pesantren Syafii Akrom, Jenggot, Kota Pekalongan selama 3 hari dengan peserta sebanyak 100 orang dari utusan organisasi pelajar NU yakni IPNU IPPNU se-Kota Pekalongan.
Beberapa materi yang akan disampaikan antara lain soal ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan porsi 60 % dan soal IPNU dan IPPNU 40 %. Diharapkan dengan pelatihan ini akan menelorkan kader-kader NU yang berkualitas. (amz)