Warta

Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Rabu, 3 Desember 2008 | 21:54 WIB

Brebes, NU Online
Menjelang hari raya Idul Adha pengawasan hewan kurban ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ke manusia, seperti antraks, cacing pita, sapi gila dan penyakit berbahaya lainnya.

Di Brebes, Jawa Tengah, kantor peternakan setempat memperketat pengawasan kesehatan ternak yang dijual sebagai hewan kurban. Sejumlah petugas kesehatan hewan disebar ke beberapa titik penjualan hewan kurban.<>

“Para petugas tengah melakukan pendataan sekaligus pengamatan terhadap kesehatan hewan kurban,” kata Kepala Kantor Peternakan Kab Brebes Ir Nono Setiawan melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan Jhoni Murahman, di kantornya Rabu (3/12).

Dokter Jhoni lebih lanjut menjelaskan, jumlah petugas ada 34 orang.  Masing-masing kecamatan dua orang ditambah enam orang dari Kantor Peternakan. Pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebelum dan sesudah dipotong.

“Pemeriksaan kesehatan hewan penting dilakukan agar daging kurban bebas dari penyakit sehingga aman dikonsumsi,” papar Jhoni.

Adapun sasaran pengamatan dan pemeriksaan yakni pasar hewan, kandang maupun hewan kurban yang dijual para pedagang di pinggir-pinggir jalan. Hewan-hewan itu akan diperiksa secara acak dengan tes antimortem pada hewan hidup dan postmortem pada hewan yang sudah disembelih. Jika lolos tes, tempat penampungan akan mendapat surat penanda khusus.

“Untuk menjamin kesehatan hewan kurban, para pedagang ternak juga akan diberi surat keterangan kesehatan hewan kurban,” lanjutnya.

Sejauh ini, lanjutnya, berdasarkan pemeriksaan dan pengamatan petugas di lapangan memang belum ditemukan ternak yang mengandung penyakit menular.  Berdasarkan catatan Kantor Peternakan pada periode Januari-Oktober, jumlah ternak kurban yang masuk ke Brebes hanya sapi yakni sebanyak 2.350 ekor. Sedangkan ternak kurban yang ke luar Brebes berupa sapi sebanyak 58.188 ekor dan kerbau 1.331 ekor.

Jhoni mengingatkan, kurban harus memenuhi syarat aman, sehat, utuh dan halal atau asuh. Ia memprediksi jumlah hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha di Brebes akan meningkat 10 persen dari tahun 2007 lalu, yang mencapai 5.821 ekor. Rinciannya, 395 ternak kecil berupa kambing dan 5.226 ternak besar berupa kerbau dan sapi.

Peningkatan jumlah ternak kurban tersebut antara lain karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkurban. Selain itu, masyarakat juga sudah mempersiapkannya sejak setahun sebelumnya. Di Brebes, ibadah kurban biasa menggunakan sistem arisan sehingga bisa memudahkan seseorang untuk melaksanakannya. (was)


Terkait