Warga pesantren dan para kiainya diharapkan dapat mengambil pelajaran dan bersikap arif dalam menyikapi proses dan sengketa Pilkada Jatim yang masih berlangsung.
Demikian disampaikan KH Abdus Salam, Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang kepada NU Online di Ndalem Kasepuhan, Kamis (27/11) lalu.<>
Sebagai bagian dari masyarakat, Gus Salam - panggilan akrabnya- merasa prihatin terhadap ekses yang terjadi yang menjadikan masyarakat terpolarisasi sedemikian rupa.
Dalam pandangan Gus Salam para Kiai ikut bersalah dalam hal ini. "Ya, kiai-kiai harus introspeksi dan mereka ya ikut bersalah juga," katanya.
Bagi Gus Salam, masalahnya bukan pada menang atau kalah, bahkan dinyatakannya kalah dan menang, sama saja, tetapi adalah ekses yang terjadi.
“Siapapun yang akhirnya kalah atau menang , bagi saya akhirnya sama saja eksesnya, jika proses ini tidak dikelola dengan baik dan arif,” katanya. (yus)