Produksi Roti, Fatayat Tak Mau Hanya Jadi ‘Konco Wingking’
Senin, 22 Desember 2008 | 02:13 WIB
Di era Modern, kaum Ibu tidak harus berkutat sebagai ’konco wingking’, yakni di seputar dapur, sumur dan kasur. Tapi peran ibu kini mulai dinanti. Sebagai bentuk pengabdian pada suami, bisa saja kaum ibu menggeluti ekonomi.
"Meski tidak full, tapi kegiatan kecil mengolah ekonomi bisa menjadi pertahanan keluarga. Rejeki Allah SWT bisa lewat berbagai jalan. Bisa saja lewat sepotong roti,” ungkap Rais Syuriyah PCNU Kab. Tegal KH Khambali Utsman saat membuka Pelatihan Masal Pembuatan Roti di Gedung NU Slawi Jalan Raya Procot Slawi Kab. Tegal Jateng Ahad (21/12).<>
Khambali menegaskan, peran Ibu dalam pertahanan ekonomi keluarga sangat penting. Termasuk mengelola keuangan keluarga lewat usaha produktif seperti membuat pabrik roti ala Fatayat di dalam rumah tangganya.
Ketua PC Fatayat NU Kab. Tegal Dra H Nurhasanah melaporkan, Pelatihan Masal Pembuatan Roti diikuti 480 anggota ranting, 36 anggota PAC dan 50 orang PC Fatayat Kab. Tegal. Digelarnya kegiatan ini disamping untuk memperingati Hari Ibu yang ke-80, juga untuk memberdayakan potensi perempuan.
Nurmemandang perlu pelatihan ini sebagai tindak lanjut bantuan alat pengolahan roti dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmismigrasi Dr.Ir. Erman Suparno, MBA, MSi. senilai 50 juta rupiah, beberapa waktu lalu.
Bertindak sebagai pelatih, Tim dari Aloha Bakrie and Cake Jakarta Pimpinan H Ikhsan Abdullah SH MH. Menurut Ikhsan, menjadi pengusaha tidak harus besar, namun cukup dengan kemauan keras. Pasalnya, UKM tidak bisa jadi besar karena yang besar-besar itu sudah ada. Yang diperlukan adalah ketahanan alias ketangguhan berkarya.
Kader Fatayat, menurut Ikhsan, mempunyai potensi untuk tetap bertahan menghadapi berbagai goncangan ekonomi yang kini tengah melanda dunia. “Justru dengan keteguhan Ibu-ibu mengelola usaha kecil dan menengah, tak bisa jatuh dan tetap kokoh mengelola usaha,” ujarnya mantap.
Setelah pelatihan ini, Aloha siap memfasilitasi pengembangan lebih lanjut. “Kita ingin Gedung NU Kab. Tegal sebagai sentra pengembangan roti di bawah komando Koperasi Yasmine milik Fatayat,” harap Ikhsan.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Tegal Bambang Susanto melalui Kasi Kelembagaan Suprapto, SE menyambut baik upaya PC Fatayat dalam memberdayakan anggotanya.
“Dengan hal-hal kecil, akan menjadi besar. Seperti pelatihan ini diharap nanti bisa tumbuh home industri-home industri yang tangguh,” paparnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut PP Fatayat NU Ketua Bidang Ekonomi dan Sosial Maria Adfianti, SP dan Ketua Bidang Dakwah dan Pembekalan Anggota Nadzifah, S.Ag.
Maria Adfianti menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga. Apalagi Fatayat yang beranggotakan ibu-ibu muda perlu kreatif dan inovatif dalam mencari celah nafkah tambahan buat keluarga. “Meski bukan jadi orang pertama dalam keluarga tapi kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan Fatayat bisa mengokohkan keluarga,” tandasnya. (was)