Warta

Sekolah Swasta Kurangi Ketidakmerataan Akses Pendidikan

Ahad, 21 Juni 2009 | 23:20 WIB

Brebes, NU Online
Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro menandaskan, pemerintah berkomitmen memajukan dunia pendidikan. Terbukti, beberapa keputusan dan langkah konkrit di bidang pendidikan pun telah ditetapkan. Pemerintah membuka akses atau kesempatan bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan.

Namun akses pendidikan terkendala oleh kurangnya jumlah sekolah. Sehingga peran sekolah swasta sangat membantu mengurangi tingkat ketidakmerataan akses pendidikan.<>

Akses terhadap pendidikan dihitung berdasarkan angka partisipasi mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. “Kalau tidak ada sekolah swasta, sungguh tidak bisa dibayangkah daya tampung sekolah negeri,” ujar Bupati saat memberikan sambutan pada acara pentas seni dan budaya dalam rangka pelepasan siswa-siswi SD Islam Taallumul Huda Bumiayu Brebes, Sabtu (20/6) kemarin.

Wakil Bupati yang didampingi Camat Bumiayu, Pengurus yayasan dan orang tua wali murid lebih lanjut mengungkapkan, dalam peningkatan mutu pendidikan, lanjut Bupati, pemerintah juga meningkatkan kualifikasi guru dan dosen. Begitu pula fasilitas alias sarana dan prasaran lain seperti perpustakaan dan komputer disediakan secara lengkap.

Agung juga menggaris bawahi mengenai ungkapan dari sekolah gratis. Menurut dia, masyarakat diminta untuk dapat lebih memaknai arti dari ungkapan sekolah gratis tersebut. Pemerintah kabupaten mendukung sepenuhnya program pemerintah nasional mengenai sekolah gratis, namun sekolah gratis bukan tanpa biaya.

Pembebasan biaya berlaku atas komponen-komponen tertentu, contohnya uang gedung dan penyelenggaraan pendidikan. Tetapi kalau menyangkut ekstrakurikuler dan item pengembangan lain, tetap ada biayanya. “Untuk itulah dibutuhkan sumbangan, baik dari orang tua murid maupun pihak luar,” urai Wakil Bupati.

Sebagai bahan pertimbangan pemerintah, Wabup mengharapkan adanya ketentuan hukum yang mengatur sumbangan agar tidak menjadi bola liar. Misalnya berapa batasan nilainya, pihak-pihak atau lembaga mana saja yang boleh menyumbang, transparansi penggunaan, pelaporan dan sebagainya.

Kepala SD Islam Taallumul Huda Khafid Subechi menyatakan ungkapan syukurnya telah mengantarkan anak didik yang saat ini akan melanjutkan ke SMP. Sementara drg Rozikin, pengurus Yayasan Wakaf Taallumul Huda Bumiayu mngatakan dalam perjalanannya, yayasan telah memiliki fasilitas pendidikan baik dasar, menengah maupun atas.

Tentunya pencapaian tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat dan juga kegigihan tenaga pengajar dalam bekerja, untuk dia berharap kondisi ini dapat senantiasa terjaga selamanya. (was)


Terkait