Kecanggihan peralatan teknologi pembelajaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar pada beberapa hal justru bisa memupuskan model komunikasi interaktif antara guru dan murid.
Demikian terungkap dalam pelatihan pembelajaran efektif di SMA Khadijah, Jl A Yani Surabaya, Sabtu (20/12) kemarin yang diikuti puluhan guru dari lembaga pendidikan (SMA/SMP) Islam di Jawa Timur. Pelatihan ini digagas Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial (YTPS) Nahdlatul Ulama (NU) Khadijah bekerjasama dengan British Council (BC).<>
Kontributor NU Online Maulana melaporkan, pelatihan tersebut mengurai banyak persoalan yang dihadapi para guru ketika berhadapan dengan peralatan teknologi pembelajaran.
Menurut penilaian Mrs Geby Schilder yang menjadi pembicara dari BC, peralatan teknologi pembelajaran bisa termasuk dalam kategori teknik pembelajaran yang kurang efektif.
Menurut staf ahli BC berkewarganegaraan Belanda ini, teknik pembelajaran efektif dan sederhana tampaknya harus banyak dipelajari guru.
“Meski sekolah yang ditempatinya memiliki fasilitas pembelajaran yang memadai. Namun, banyak guru yang belum bisa memadukan fungsi fasilitas tersebut dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SMA Khadijah Surabaya, Drs Suwito. "Meski sekolah memiliki fasilitas yang lengkap, tapi kalau gurunya tidak bisa memanfaatkannya, sama saja," ungkapnya.
Suwito berharap, dengan pelatihan yang diikuti peserta dari SMA Khadijah dan beberapa SMP/SMA Islam di Jatim ini, diharapkan para guru ini mampu menjalankan sesuai dengan beberapa kiat dan program yang disampaikan Mrs Geby Schilder nara sumber pelatihan dari Belanda.
"Selama ini, hampir kebanyakan guru dalam menyampaikan materi selalu terjebak dalam persoalan fasilitas. Sehingga yang terjadi pembelajaran tidak efektif dan cenderung satu arah," kata Suwito.
Menurutnya, agar siswa tidak terlalu rumit ketika terhadap materi pelajaran, maka guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif. Tidak lalu mengandalkan pada kecanggihan alat IT, tapi muridnya sendiri tidak tersentuh.
"Padahal pembelajaran efektif dan sederhana itu bisa dilakukan tanpa IT maupun dilakukan di luar kegiatan belajar mengajar (KBM)," ujar Suwito.
Di sisi lain, YTPS NU Khadijah terus mengembangkan jaringan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kerjasama dengan BC yang sudah berlangsung selama dua tahun benar-benar dimanfaatkan YTPS NU Khadijah untuk meningkatkan kualitas para guru.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada lima guru YTPS NU Khadijah yang mengikuti training bersama BC. ''Ini akan terus berkelanjutan, dan diharapkan semua guru di sini mengikuti training yang digelar BC,'' katanya. (nam)