Jumlah calon jamaah haji khusus (ONH Plus) yang telah memperoleh visa ke Tanah Suci, terus bertambah. Karenanya, mereka bisa berangkat menunaikan ibadah haji sesuai jadwal yang sebelumnya telah ditentukan.
Direktur Pembinaan Haji Departemen Agama (Depag), Ahmad Kartono, menjelaskan, jumlah calhaj ONH Plus yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini mencapai 17.200 orang. Dari jumlah tersebut, calhaj yang sudah memperoleh visa sekitar 10.100 orang. Dengan demikian, tersisa sekitar 7.100 calhaj yang belum memperoleh visa.<>
''Insya Allah semuanya beres. Proses pengurusan visa masih terus dilakukan,'' tandas Kartono.
Sebelumnya, pengeluaran visa bagi para calhaj ONH Plus terganjal belum rampungnya pengurusan barcode oleh pihak muasasah (konsorsium penyelenggara haji). Barcode tersebut merupakan dasar pengeluaran visa oleh pemerintah Arab Saudi. Jika barcode belum dikantongi, maka visa tak bisa keluar dan jamaah ONH Plus terancam gagal menunaikan ibadah haji.
Terganjalnya pengurusan barcode itu disebabkan adanya aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi soal tasrih (sertifikat kelayakan) pemondokan. Dalam aturan itu disebutkan bahwa pemondokan yang berlantai empat dan dihuni 250 orang, harus dilengkapi dengan tangga darurat. Namun ternyata, banyak hotel yang menjadi lokasi pemondokan para calhaj ONH Plus yang tidak mengantongi tasrih tersebut.
Menurut Kartono, perusahaan biro haji di Indonesia kini terus berupaya menyelesaikan masalah tersebut. Dari 120 perusahaan yang memberangkatkan calhaj ONH Plus tahun ini, sudah 80 perusahaan yang menyelesaikan pengurusan barcode.
Untuk keberangkatan calhaj ONH Plus pada Sabtu (7/11), terang Kartono seperti dilansir Republika Online, jumlahnya sekitar 2.000 orang calhaj. Dia menjelaskan, para calhaj itu berada dibawah naungan 16 perusahaan, diantaranya PT Safir Amal Imani, Ananda Nurul Haromain Tour & Travel, dan PT Patuna Mekar Jaya.
''Yang lain akan terus berangkat secara bertahap hingga 21 November mendatang,'' tandas Kartono. Dia menambahkan, kloter pertama calhaj ONH Plus berangkat ke Tanah Suci pada 4 November lalu. (min)