40 Pengurus Muslimat NU di Banten Jadi Ibu Asuh Anak Terindikasi Stunting
NU Online · Selasa, 16 September 2025 | 08:00 WIB
Tangerang Selatan, NU Online Banten
Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU bersama Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Banten mengukuhkan 40 orang sebagai ibu asuh anak terindikasi tengkes di Pondok Pesantren Bai Mahdi, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (13/9/2025).
Banten menjadi wilayah ke-21 yang dijangkau PP Muslimat NU dalam gerakan nasional percepatan penurunan tengkes. "Melalui pengukuhan tersebut, para pengurus berkomitmen mendampingi anak-anak terindikasi stunting (tengkes) sekaligus mendorong lahirnya kader ibu asuh baru hingga ke tingkat cabang, anak cabang, dan ranting," ujar Irma Welly, Sekretaris PW Muslimat NU Banten, seperti dalam rilis yang diterima NUOB, Senin (15/9/2025).
Irma menjelaskan, kegiatan dimulai dengan kunjungan PP Muslimat NU ke pesantren di Ciruas untuk menanam tanaman obat serta bantuan dana kepada sejumlah santri dan guru. Ada juga audiensi PP Muslimat NU dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Bupati Serang yang juga Ketua PW Muslimat NU Banten Ratu Rachmatuzakiyah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang.
Di samping itu, Muslimat NU juga mengunjungi rumah warga yang anaknya terindikasi stunting maupun gizi buruk sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap percepatan penurunan tengkes.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Muslimat NU sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," imbuhnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua