1.250 Anak Terlantar Peroleh Pendidikan Gratis di Pesantren
NU Online · Senin, 4 Mei 2015 | 17:01 WIB
Serang, NU Online
Sebanyak 1.250 anak-anak terlantar di Banten diberikan bantuan pendidikan gratis di pondok pesantren, melalui program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (Dikterapan) di Pondok Pesantren (Ponpes).
<>
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Provinisi Bantenn Mahfudin di Serang, Senin mengatakan, program Dikterapan ini merupakan program dari Kementrian Agama yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak kaum marjinal pada usia tujuh hingga 15 tahun.
Anak-anak tersebut diantaranya anak terlantar, anak fakir miskin atau siswa yang tak mampu, anak korban trafficking (perdagangan manusia), dan anak-anak yang bermasalah dengan hukum.
"Program ini bertujuan dalam rangka memenuhi hak dasar setiap warga negara untuk mendapat pendidikan yang layak. Nantinya, anak-anak tersebut diberikan hak dasar kehidupan, pendidikan, sandang pangan dan kesehatan. Pendidikan formal dan keagamaan," kata Mahfudin.
Menurut Mahfudin, Kemenag mengganggarkan setiap anak menerima dana pendidikan sebesar Rp500 ribu per bulan dan langsung ditransfer ke rekening lembaga pondok pesantren.
"Mengingat program ini menelan anggaran sangat besar, tentu saja Kementrian Agama ingin semua berjalan tepat sasaran," katanya.
Ia mengatakan, dalam program tersebut Kemenag Banten bekerjasama dengan instansi terkait yakni Dinas Sosial Provinsi Banten, Polda Banten, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPPMD dan Kanwil Kemenkum HAM.
Menurut Mahfudin, program Dikterapan tersebut diberikan khusus bagi lembaga pendidikan yang memiliki asrama yakni ponpes.
Program tersebut merupakan program nasional yang diluncurkan sejak akhir Tahun 2010. Adapun untuk santri di Banten diberikan kepada 1.250 anak yang tersebar di delapan kabupaten/kota.
Adapun anak-anak yang masuk dalam program tersebut tersebar di Kabupaten Serang untuk sebanyak 200 anak, di Pandeglang 187 anak, di Lebak 250 anak, Kabupaten Tangerang 190 anak, Kota Tangerang 198 anak, di Kota Cilegon 32 anak, Kota Serang 117 anak dan untuk Kota Tangerang Selatan 76 anak. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua