Warga Terdampak Gempa NTT Masih Bertahan di Tenda, NU Peduli Salurkan Bantuan
NU Online · Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak gempa di Manggarai Timur dan Manggarai pada Selasa (18/8/2026). (Foto: dok NU Peduli NTT)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena gempa susulan masih kerap terjadi. Tim NU Peduli menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB itu berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, dan Ende.
Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pimpinan Cabang (PC) Manggarai, Isa Hekmawan, mengatakan bantuan disalurkan kepada warga terdampak di Manggarai dan Manggarai Timur. NU Peduli juga membuka posko di Masjid Nurul Huda Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
“Kemarin kami sudah menyalurkan bantuan ke warga terdampak yang mengungsi secara mandiri di tenda-tenda dekat rumahnya atau tenda mandiri di daerah Manggarai Timur dan Manggarai,” ujarnya kepada NU Online pada Rabu (19/8/2026).
“Jarak dari tempat kami ke Manggarai Timur juga kira-kira perjalanan dua jam. Kami komunikasikan bantuan ini ke GP Ansor PC Manggarai Timur. Bantuan ini dari donasi masyarakat NU Manggarai dan dari LAZISNU NTT,” lanjutnya.
Isa menyampaikan, bantuan yang disalurkan berupa mi instan, telur, beras, minyak sayur, susu, popok bayi, makanan ringan, dan obat-obatan.
“Masyarakat banyak yang mengeluh sakit seperti masuk angin dan demam karena mereka tidur di tenda. Ada juga yang tendanya tidak ada pintunya, jadi angin banyak yang masuk,” ucapnya.
Ia menyampaikan, pengungsi di posko NU Peduli maupun tenda mandiri terdiri atas banyak kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, bayi, dan lansia.
Isa mengungkapkan, sebagian warga memilih mendirikan tenda di dekat rumah karena gempa susulan masih kerap terjadi. Mereka juga mengaku masih trauma setelah gempa besar yang terjadi sebelumnya.
“Warga terdampak ada yang menyampaikan kepada kami bahwa mereka juga masih trauma gempa besar kemarin. Masjid-masjid di Kecamatan Reok banyak yang rubuh, rumah-rumah warga juga pada rubuh,” tuturnya.
Ia menyampaikan, penyaluran bantuan menghadapi risiko gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan di atas M5. Tim bahkan sempat turun dari kendaraan karena terdapat bangunan roboh di jalur yang mereka lewati.
“Kendala kami selama membagikan bantuan logistik ini adalah gempa masih kerap terjadi, bahkan ada yang di atas M5, jadi kami harus berhenti sejenak. Bahkan kami loncat dari mobil masing-masing karena di jalan yang kami lewati itu ada gedung yang roboh. Jadi sebenarnya agak was-was membagikan bantuan, ditambah gempa susulan yang masih kerap datang. Tapi demi kemanusiaan umat Islam di NTT, kami tetap bergerak,” ujar Isa.
Tim NU Peduli Gempa Flores juga membuka donasi melalui LAZISNU NTT untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat.
Donasi dapat disalurkan melalui BSI 7164790007 atas nama LAZISNU NTT dengan konfirmasi melalui kontak 082144503651 (Gus Sholeh). Donasi juga dapat dilakukan melalui situs NU Care-LAZISNU dan NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua