Daerah MUKTAMAR KE-35 NU

PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU

NU Online  ·  Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:00 WIB

PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU

Rapat Koordinasi PWNU DIY bersama PCNU se-DIY, Senin (17/8/2026) (Dok PWNU DIY)

Jakarta, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY menyatakan menolak segala bentuk politik uang dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.


Pernyataan sikap tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi PWNU DIY bersama PCNU se-DIY yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026 bertempat di Kantor PWNU DIY, Jalan M.T. Haryono Nomor 40, Yogyakarta.


Ketua PWNU DIY Ahmad Zuhdi Muhdlor mengatakan pertemuan tersebut diikuti oleh unsur pimpinan PWNU DIY dan PCNU se-DIY, yang terdiri atas Rais, Katib, Ketua, dan Sekretaris. Kegiatan juga diikuti oleh Rais Syuriyah PWNU DIY, Mas’ud Masduki.


"Iya benar itu pertemuan tadi sore, semua Rais Syuriyah dan Ketua PCNU se-DIY hadir semua," ujar Zuhdi dikonfirmasi NU Online, Senin (17/8/2026).


Dalam rapat tersebut, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menegaskan bahwa Muktamar NU harus menjadi forum permusyawaratan yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, integritas, moralitas, dan adab dalam menjalankan khidmah kepada umat.


Melalui pernyataan sikap bersama, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menyampaikan enam sikap utama.

 

Pertama, menolak dengan tegas segala bentuk politik uang dalam seluruh proses Muktamar Ke-35 NU.


Kedua, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar agar tidak menerima, meminta, ataupun memperjualbelikan dukungan dalam bentuk apa pun.


Ketiga, menyerukan kepada seluruh calon dan tim pendukungnya untuk tidak melakukan praktik politik uang, baik secara langsung maupun melalui perantara atau dalam bentuk transaksi terselubung.


Keempat, mengajak seluruh peserta Muktamar menjadikan integritas, moralitas, kapasitas kepemimpinan, keilmuan, keteladanan, rekam jejak khidmah, serta komitmen terhadap kemaslahatan umat sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan.


Kelima, menyerukan agar seluruh proses Muktamar berlangsung dalam suasana ukhuwah, musyawarah, adab, dan kejujuran.


Keenam, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar untuk menjaga independensi organisasi dan menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar.


PWNU DIY dan PCNU se-DIY memandang bahwa proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama harus ditempatkan sebagai bagian dari amanah organisasi dan khidmah kepada umat, bukan sebagai ruang transaksi kepentingan.


"Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar Ke-35 diharapkan mengedepankan kualitas kepemimpinan, kapasitas keilmuan, integritas moral, keteladanan, serta rekam jejak pengabdian," ucapnya.


Hal tersebut penting agar setiap keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar benar-benar lahir dari pertimbangan yang jernih, bermartabat, dan berorientasi pada kemaslahatan Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas.


PWNU DIY dan PCNU se-DIY juga mengajak seluruh peserta Muktamar untuk menjaga persaudaraan dan menghindari segala bentuk praktik yang berpotensi mencederai marwah organisasi. 

 

"Perbedaan pilihan dalam Muktamar hendaknya tidak menjadi sebab perpecahan, melainkan menjadi bagian dari dinamika musyawarah untuk memperkuat jam’iyyah Nahdlatul Ulama," jelasnya.


PWNU DIY dan PCNU se-DIY berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung dalam suasana ukhuwah, musyawarah, adab, kejujuran, dan independensi, sehingga menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama

 

"Kepemimpinan yang lahir dari proses yang bersih, jujur, dan bermartabat diyakini akan memperkuat kepercayaan warga Nahdlatul Ulama serta menjaga marwah organisasi," pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang