2 Khasiat Membaca Hauqalah menurut Kiai Chalwani
NU Online · Sabtu, 5 November 2022 | 19:15 WIB
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani dalam Haflah Khatmil Qur'an Ke-2 dan Haul Ke-4 KH Masyhudi Marzuqi Pesantren Ali Marzuqi Giriloyo, Wukisari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (4/11/2022). (Foto: istimewa)
Ahmad Naufa
Kontributor
Yogyakarta, NU Online
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani mengungkapkan dua khasiat memperbanyak membaca Hauqalah. Keduanya adalah dapat ringan menjalankan ibadah atau meninggalkan maksiat dan dijaga oleh Allah swt ketika bepergian.
Hal itu disampaikannya dalam Haflah Khatmil Qur'an Ke-2 dan Haul Ke-4 KH Masyhudi Marzuqi Pesantren Ali Marzuqi Giriloyo, Wukisari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (4/11/2022).
Berikut ini adalah bacaan Hauqalah lengkap dengan terjemah versi Kiai Chalwani
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Laa haula walaa quwwata illaa billaah
Tak ada daya kekuatan dapat menghindari maksiat terwujud, dan tak ada kekuatan beribadah dapat terwujud, kecuali dengan pertolongan Allah swt.
"Maka, barangsiapa yang suka memperbanyak membaca Laa haula walaa quwwata illaa billah, mempunyai daya kekuatan: enteng (ringan) ibadah, enteng meninggalkan maksiat," terangnya.
Kiai Chalwani pun memberi solusi kepada orang yang sulit keluar dari jeratan maksiat. "Maka–mohon maaf–jika ada orang kok enteng maksiat, berat ibadah, jangan-jangan tidak pernah membaca Laahaulaa walaa quwwata illa billah," ungkapnya mengingatkan secara halus.
Khasiat Hauqalah tak hanya itu. Kiai Chalwani juga mengutip sabda Nabi Muhammad saw tentang Hauqalah yang didahului Bismillahi tawakkaltu ‘alallaah ketika bepergian. Khasiatnya, harta, uang dan pikiran akan dijaga oleh Allah swt.
Mursyid Tarekat Qadiriyah Naqsyabadiyyah itu mendasarkan pada sebuah hadits Nabi Muhammad saw riwayat Anas bin Malik ra.
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Bismillâhi tawakkaltu ‘alallâhi wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh
Artinya, "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah." (HR. Turmudzi).
"Yang bepergian dijaga Allah, yang dirumah dijaga Allah. Selamat. Maka, kadang-kadang ada orang bepergian, di rumah gabahnya dijual anaknya, karena tak pernah membaca Bismillah takkaltu alallah. Paham tidak itu? Yang senyum pengalaman, kelihatan," ujar kiai kelahiran 19 Desember 1954 itu, mencandai hadirin.
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua