Arsitektur Masjid: Hablu Minallah Hablu Minannas
NU Online · Sabtu, 20 April 2013 | 07:13 WIB
Cilegon, NU Online
Arsitektur masjid biasanya terdiri dua ruang, bagian dalam dan serambi. Itu artinya, masjid ada dua bidang ajaran utama, yaitu hablu minallah dan hablu minannas.
<>Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi arsitektur masjid seperti itu adalah untuk mengabdi kepada Allah dengan dua cara. Di bagian dalam untuk shalat, i’tikaf, dan wirid, sementara serambi untuk melayani umat.
Kemudian, kiai kelahiran Puwokerto tersebut mencontohkan, Nabi Muhammad tidak memiliki kantor tersendiri seperti kantor kabupaten sekarang. “Nabi, kantornya di serambi masjid. Kantor itu selalu terbuka dan selalu bisa dimasuki umat.”
Hal itu dikatakannya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”, di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, (20/4).
Di serambi itu, dijadikan tempat pelayanan umat mulai dari pelayanan kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan.
Ia menambahkan, tidak ada bangunan umum yang sebanyak masjid, tapi sayangnya, pemanfaatannya tidak terperhatikan. Banyak masjid yang bagus, tapi pemakmurannya kurang.
Padahal, sambung kiai Masdar, umat Islam diberi tugas untuk dua kemakmuran, yaitu memakmurkan masjid, dan pada saat yang sama untuk memakmurkan bumi.
Pencanangan memakmurkan masjid ini dalam rangka menyongsong seabad NU. 13 tahun lagi. Mudah-mudahan NU masih hidup dan bahkan lebih berjaya. Berjaya dengan bertolak dari masjid, untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.
Rapimda tersebut digelar Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Cilegon bekerja sama dengan PP LTMNU, dan PT Sinde Budi Sentosa.
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua