Begini Perayaan Hari Kartini di Pesantren Al-Imdad
NU Online · Senin, 21 April 2014 | 22:01 WIB
Bantul, NU Online
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kamu.” KH Habib Abdus Syakur, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, mengutip ayat Al-Qur’an itu di sela-sela amanatnya sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Kartini, 21 April 2014 yang diselenggarakan di halaman Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul.<>
Dalam kesempatan itu Habib juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Tidak ada keunggulan bangsa Arab atas bangsa lainnya, bahkan tidak ada keunggulan apapun dari laki-laki atas perempuan, melainkan semata ketaqwaan mereka kepada Allah.
Di hadapan segenap siswa-siswi MA Unggulan Al-Imdad Bantul yang khusyu’ mengikuti jalannya Peringatan Hari Kartini tersebut, Habib juga menyampaikan besarnya peran kaum perempuan dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan demikian Hari Kartini ini sangat pantas dipersembahkan bukan hanya untuk Raden Ajeng Kartini, melainkan juga untuk pahlawan-pahlawan perempuan lainnya. Bahkan juga bagi semua yang berusaha mewujudkan kesetaraan tersebut. Termasuk santri-santri putri yang berjuang meraih ilmu demi mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Habib.
MA Unggulan Al-Imdad yang berdiri belum genap dua tahun ini memang telah memprogramkan peringatan Hari Kartini 2014 secara khusus. Terkait hal ini, pihak madrasah melalui Fajar Bashir selaku Kepala TU telah meminta segenap siswa dan siswi untuk mengenakan busana adat.
“Untuk para siswi kita sudah meminta mereka untuk mengenakan kebaya, dan para siswa dipersilahkan untuk mengenakan batik yang dilengkapi dengan sarung setinggi lutut,” ujarnya
“Bahkan para guru yang memiliki kegiatan belajar-mengajar di hari ini juga kita minta untuk turut mensukseskan acara Peringatan Hari Kartini yang kita gagas,” imbuhnya.
“Dan terimakasih kepada Kiai Habib sebagai Pengasuh Pondok Pesantren dan Bapak Taufiq Bukhori selaku Sekretaris Yayasan yang secara khusus mengenakan surjan sebagai sebuah bentuk teladan bagi para santri.” (Muhammad Yusuf Anas/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Krisis Kemanusiaan di Balik Kekerasan Lembaga Pendidikan Agama
Terkini
Lihat Semua