Semarang, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiya (RMI) atau asosiasi pesantren se-Jawa Tengah bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Sabtu (27/9) besok, menggelar halaqah kebangsaan dengan tema "Ikhtiar Membangun Karakter Bangsa Berbasis Integrasi Metode Pesantren dan Perguruan Tinggi".<>
Halaqah pesantren ini menjadi rangkaian kegiatan milad Fakultas Ushuluddin ke-44. Ada dua orang narasumber yang akan hadir Dr Musahadi M. Ag, wakil rektor I bidang akademik dan ketua RMI KH Abdul Ghaffar Rozin M. Ed.
Halaqah akan dimulai pukul 19.00 ini bertempat di halaman fakultas. Dengan peserta perwakilan RMI cabang kota dan kabupaten se-Jawa Tengah ditambah pondok pesantren se-karesidenan Semarang.
Mohammad Farid Fad, ketua panitia dari RMI Jateng menyatakan, "Hubungan baik antara pesantren dan perguruan tinggi perlu dipupuk," ujar Farid kepada Nu Online, Jum’at (25/9). "Selain itu, tidak dapat dipungkiri banyak pasokan santri dari pondok pesantren yang mengisi perguruan tinggi terutama perguruan tinggi Islam", tambahnya.
Dengan adanya kerja sinergis antara kedua lembaga pendidikan ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keilmuan Islam ke depan. Dalam undangan salah satu delegasi juga dicantumkan dari guru Aliyah yang mengampu mata pelajaran Tafsir/Hadis/Akhlak. Harapannya dengan hadirnya guru Aliyah tersebut ada komunikasi lebih lanjut dengan fakultas Ushuluddin yang memiliki nomenklatur sama secara keilmuan. (M. Zulfa/Anam)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua