Sukoharjo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menggerla jumpa pers, Jumat (10/4) siang soal pencatutan nama dan logo NU dan banom untuk kegiatan Tabligh Akbar bertema “Menjalin Silaturahmi, Menjaga Keutuhan Negeri dan Mewaspadai Pengaruh Syi’ah”.
<>
Sedianya, acara tersebut akan diselenggarakan oleh Forum Bersama Umat Islam (FBUI) di Masjid Baiturrahmah Sukoharjo, Ahad (12/4) mendatang.
“Mereka (FBUI,-red) telah mencantumkan nama serta logo NU, Banser dan Pagar Nusa tanpa ada izin dan komunikasi dengan kami. Ini merugikan Jamiyah NU,” ungkap Katib Syuriyah PCNU Sukoharjo, KH Abdullah Faishol didampingi Ketua Tanfidziyah, H Nagib Sutarno.
Untuk itu, NU Sukoharjo beserta banom, dirasa perlu memberikan klarifikasi atas tindakan tersebut. Pihaknya juga meminta agar logo NU dan Banom dihilangkan dari pamflet tersebut.
“Kami tidak pernah merasa dilibatkan apalagi mendukung acara tersebut, sehingga untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, pencantuman logo harus dihilangkan,” ujar dia.
Lebih lanjut dipaparkan, pihak panitia memang telah melayangkan permintaan maaf atas pencantuman logo tersebut, akan tetapi belum dibarengi dengan penghilangan logo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua