Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
NU Online · Rabu, 6 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi: Tren sujud freestyle sangat berbahaya karena menyebabkan cedera serius, seperti patah tulang, cedera leher, hingga gegar otak.
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Fenomena konten digital berbahaya kembali memakan korban jiwa. Tren sujud freestyle yang terinspirasi dari konten game online dan media sosial diduga menyebabkan dua siswa TK dan SD meninggal dunia akibat cedera leher.
Peristiwa tragis tersebut salah satunya terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Korban dilaporkan meniru aksi sujud freestyle, yakni gerakan sujud dalam shalat yang dimodifikasi menyerupai akrobatik, dengan posisi kaki terangkat tinggi sementara kepala dan tangan menjadi tumpuan.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam sekaligus menjadi peringatan serius bagi industri game, orang tua dan sekolah untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak.
Baca Juga
Dunia Digital di Balik Fenomena Sosial
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Lombok Timur yang diduga akibat meniru aksi berbahaya (freestyle) yang beredar di ruang digital.
"Peristiwa tragis ini tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan biasa, melainkan merupakan indikasi nyata lemahnya sistem perlindungan anak, khususnya dalam menghadapi derasnya paparan konten digital yang tidak ramah anak," kata Aris kepada NU Online, Rabu (6/5/2026).
Aris mendesak platform digital dan industri game untuk bertanggung jawab dengan memperketat sistem pengamanan konten.
"Platform digital dan industri game bertanggung jawab memastikan adanya pembatasan, peringatan risiko, dan kontrol usia terhadap konten berbahaya," ujar Aris.
Sebelumnya, peristiwa tragis menimpa anak TK dan SD usai melakukan aksi sujud freestyle yang tren meniru game online yang belakangan ramai dilakukan anak-anak. Siswa kelas 1 SDN 3 Lenek, Lombok Timur itu meninggal lantaran lehernya patah. Peristiwa ini mengejutkan publik dan viral di media sosial.
Tren sujud freestyle sendiri dinilai berbahaya karena berisiko menyebabkan cedera serius, seperti patah tulang, cedera leher, hingga gegar otak, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekuatan fisik dan pemahaman risiko yang memadai.
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Tahlil Hari Ketujuh Nyai Machfudhoh Aly Ubaid di Jakarta, Kiai Said Aqil Kenang Perjuangannya untuk NU
6
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
Terkini
Lihat Semua