Fakultas Tarbiyah UIJ Bagi Ribuan Masker dan Beri Pencerahan Warga Desa
NU Online · Jumat, 3 April 2020 | 12:30 WIB
Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ, Jasuli saat membagikan masker kepada warga di Dusun Darungan, Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (3/4). (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Aryudi A Razaq
Kontributor
Jember, NU Online
Munculnya wabah Covid-19, telah menghunjam kepanikan di tengah-tengah masyarakat. Pemberitaan media yang luar biasa terkait Covid-19 dengan segala kengeriannya, membuat keberadaan virus itu seperti horor yang cukup menakutkan. Padahal, Covid-19 adalah virus biasa yang pengobatan dan obatnya juga tidak sulit.
“Tidak perlu panik dan takut yang berlebihan terhadap Covid-19,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah Universtias Islam Jember (UIJ), Jasuli saat membagikan masker di Dusun Darungan, Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (3/4).
Walaupun demikian, lanjutnya, kehati-hatian tetap diperlukan untuk menghindari kian merebaknya virus yang menyerang paru-paru tersebut. Sebab jika virus itu dibiarkan terus menebar penyakit, ujung-ujungnya akan melumpuhkan ekonomi nasional.
“Caranya hati-hati, ya kita ikuti saran pemerintah, pakai masker, menghindari kerumuan massa, jaga kebersihan, terutama tangan saat mau makan, dan sebagainya. ‘Kan tidak sulit,” jelasnya.
Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Jember itu meminta agar masyarakat tidak perlu takut beribadah di masjid dan mushala asalkan memenuhi tata cara protokol kesehatan sebagaimana yang disarankan pemerintah. Apalagi MUI Jember sudah mengeluarkan tausiyah bahwa untuk masyarakat Kabupaten Jember diberi kelonggaran untuk tidak shalat Jumat dan juga dibolehkan menunaikan shalat Jumat dengan syarat-syarat tertentu.
“Maksud saya jangan karena ada Corona, semangat kita untuk beribadah kepada Allah berkurang. Intinya di situ. Penggunaan masker tidak hanya saat jalan, tapi saat di rumah atau beribadah juga baik,” ucapnya.
Menurut mahasiswa program doktoral IAIN Jember itu, aksi bagi-bagi masker tersebut memang sengaja memilih masyarakat desa karena banyak yang tidak memiliki masker. Sebanyak seribu masker berlogo UIJ dibagikan di kawasan tersebut. Kata Jasuli, untuk tahap kedua, ketiga dan seterusnya, Fakultas Tarbiyah UIJ, masih akan membagikan masker di titik-titik tertentu di lain desa.
Dalam kesempatan itu, Jasuli mengingatkan agar budaya hidup di desa dihidupkan kembali untuk menangkal penyebaran Covid-19. Katanya, pola hidup leluhur di desa sesungguhnya sudah cukup sehat, dan bisa membantu menghalau penyebaran Covid-19. Misalnya, orang tua desa biasa minum jamu buatan sendiri, biasa berjemur di sawah untuk bertani, dan mengonsumsi daun kelor sebagai ciri khas sayur desa.
“Saya kira kalau kembali ke budaya desa, Corona dan virus-virus lain pada kabur,” pungkasnya.
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua