Fatayat NU Sukoharjo: Pelatihan Menjahit untuk Peningkatan Taraf Hidup Anggota
NU Online · Jumat, 7 Agustus 2020 | 12:30 WIB
Masri Zaen
Kontributor
Sukoharjo, NU Online
Fatayat Nahdlatul Ulama Sukoharjo, Jawa Tengah terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan atau skill. Salah satu wujud upayanya yakni dengan mengadakan pelatihan menjahit di LKP Shafa, Polokarto, Sukoharjo mulai hari Rabu-Sabtu (5-8/8)/
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sukoharjo Siti Muslimah mengatakan, peserta pelatihan menjahit diperuntukan bagi para pengurus dan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Polokarto, PAC Fatayat NU Kartasura, dan PAC Fatayat NU Mojolaban.
"Pelatihan menjahit ini sesuai dengan kebutuhan dan potensi PAC Kecamatan sebagai daerah konfeksi sekaligus untuk meningkatkan SDM dan meningkatkan taraf ekonomi bagi pengurus dan anggota PAC Fatayat NU," ujarnya kepada NU Online, Kamis (6/8).
Muslimah menjelaskan, dengan pelatihan menjahit ini akan diperoleh peserta yang berkualitas. Sehingga peserta pelatihan diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru serta mengurangi tingkat pengangguran.
“Dengan bekal keterampilan menjahit itu, para peserta secara langsung dapat diimplementasikan untuk mendapatkan penghasilan,” tuturnya.
Ketua Pelaksana Pelatihan Menjahit Sri Suwarni menuturkan, dengan pelatihan menjahit secara tidak langsung dapat menjawab kebutuhan dalam memperluas lapangan kerja bagi anggota Fatayat NU di Sukoharjo.
"Jumlah peserta yang ikut sekitar 20 peserta, kendati demikian kendala yang dihadapi para peserta adalah masih ada yang belum punya sarana prasarana seperti mesin jahit," ungkapnya.
"Kami berharap karena ini pelatihan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Kementrian Perindustrian, maka jika bisa setiap peserta di fasilitasi mesin jahit," pintanya.
Salah satu peserta pelatihan menjahit Partini mengukapkan kegembiraannya dan merasa senang mengikuti pelatihan menjahit. "Alhamdulillah bisa mengikuti pelatihan menjahit semoga ke depan bisa berkelanjutan," terang Partini.
Kontributor: Masri Zaini
Editor: Abdul Muis
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua