Probolinggo, NU Online
Dalam waktu dekat, MWCNU Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo akan segera menempati kantor baru. Hingga saat ini, pembangunan gedung tersebut sudah mencapai 80% dan diperkirakan akan segera rampung.<>
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tongas Abdul Hamid, Jum’at (13/3). Menurutnya, pembangunan gedung yang berada di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas tersebut dilakukan secara mandiri oleh Nahdliyin dan pengurus NU se-Kecamatan Tongas.
“Kemandirian ini merupakan sebuah hal yang harus dilakukan. Pembangunan gedung ini diharapkan dapat menampung aspirasi dan menjadi pusat kegiatan Nahdliyin di wilayah Kecamatan Tongas,” ungkapnya.
Menurut Abdul Hamid, pembangunan gedung MWCNU Kecamatan Tongas ini direncanakan sejak tahun 2010 silam. Saat itu para tokoh-tokoh NU menginginkan gedung baru yang definitif yang mampu memberikan pelayanan kepada Nahdliyin. Pasalnya selama ini kantornya masih menumpang di rumah pengurus NU.
“Dari hasil musyawarah, Alhamdulillah kami mampu melakukan pembangunan gedung di lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh Nahdliyin. Sejak saat itu, Nahdliyin secara ikhlas memberikan iuran. Setelah terkumpul, baru diberikan bahan-bahan bangunan dan langsung dikerjakan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, jelas Abdul Hamid, pembangunan gedung tersebut juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Inilah bentuk kebersamaan yang ditunjukkan oleh Nahdliyin di Kecamatan Tongas. Kalau memang bisa bersama-sama, mengapa harus dikerjakan sendiri,” tegasnya.
Dengan adanya gedung baru tersebut Abdul Hamid berharap nantinya pelayanan kepada Nahdliyin bisa dilakukan secara lebih maksimal. ”Semoga keberadaan gedung ini bisa meningkatkan program pemberdayaan warga NU serta menampung aspirasinya untuk dibahas dalam program kerja tahunan. Dengan demikian, keberadaan NU benar-benar bermanfaat bagi Nahdliyin,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua