Yogyakarta, NU Online
Media pemberitaan di lingkungan NU harus menjadi tradisi dan gerakan di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan makin kuatnya peran media harus dimanfaatkan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk mengukuhkan gerakan.
<>
Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta HM. Lutfi Hamid mengatakan di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta (12/12).
Ia menambahkan, memasuki era yang penuh tantangan tersebut jangan sampai NU menjadi orang pasif, melainkan aktif untuk mengisi globalisasi. Untuk itu, NU harus bergerak berani dan cepat melalui media pemberitaan.
"Jangan sampai kaum muda menjadi pemain pasif. Kita harus aktif. Mari gerakkan semua potensi, khususnya media untuk mengisi peradaban di masa depan," tegas Lutfi yang juga Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman DIY.
Lutfi juga menegaskan bahwa media NU DIY, yakni Majalah Bangkit, dengan mengangkat tema "Koruptor Mati tak perlu Disholati" mendapatkan apresiasi sangat besar dari pengunjung Expo KPK beberapa hari lalu (9-11 Desember).
"Hampir semua pengunjung sangat apresiasi dengan tema Majalah Bangkit. Karena stand Bangkit juga dikunjungi oleh Presiden Jokowi," tegas Lutfi yang juga santri KH Ali Maksum Krapyak.
Dalam Expo KPK tersebut, lanjut Lutfi, Bangkit hadir dibagikan gratis, termasuk kepada para Menteri yang hadir, komisioner KPK, peserta acara Mata Najwa, para gubernur, bupati, walikota, dan lainnya.
"Ini membuktikan bahwa komitmen NU sangat besar dalam memberantas korupsi. Majalah Bangkit akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada bangsa ini," tegas Lutfi yang juga aktif dalam menulis berbagai buku. (madun/abdullah alawi) Â
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua