Habib Luthfi Buka Dapur Umum untuk Warga Pekalongan Terdampak Banjir
NU Online · Selasa, 9 Februari 2021 | 04:00 WIB
Tim SAR Kanzus Sholawat Kota Pekalongan evakuasi warga terdampak banjir (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Abdul Muiz Cholil
Kontributor
Pekalongan, NU Online
Banjir yang melanda kawasan Kota Pekalongan, khususnya yang diakibatkan oleh hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi sejak 3 hari terakhir, membuat sebagian wilayah dan rumah warga tergenang air.
Bahkan, ada ribuan jiwa yang memilih mengungsi di tempat yang aman. Sebagian lainnya memilih untuk bertahan di rumah masing-masing, meski rumahnya tergenang air lebih dari 1 meter.
Melihat kondisi demikian, tokoh masyarakat Kota Pekalongan yang juga khadimul maulid, Habib Luthfi bin Yahya, mendirikan dapur umum untuk membantu dan mensuplai makanan siap saji kepada warga terdampak banjir, khususnya yang masih bertahan di rumah.
Penanggung jawab dapur umum Kanzus Sholawat Pekalongan Fatkhur Rahman mengatakan, dapur umum mulai aktif bekerja sejak Senin (8/2) dengan memanfaatkan fasilitas dan peralatan yang biasa diguunakan untuk memasak tamu-tamu maulid.
“Di Kanzus Sholawat sudah tersedia semua, baik tempat, peralatan, logistik hingga relawan yang siap digerakkan setiap saat,” ujarnya.
Dikatakan, pada hari pertama dapur umum beroperasi, pihaknya telah mendistribusikan ke beberapa titik lokasi banjir sekitar 1000 bungkus makanan siap saji. "Alhamdulillah, atas dawuh Abah (Habib Luthfi, red) relawan Kanzus Shalawat langsung menerjunkan timnya untuk memasak, membungkus, hingga distribusi makanan," ucapnya.
Ketua Pengelola Gedung Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Faizin Sapali kepada NU Online mengatakan, selain menyiapkan dapur umum, Kanzus Sholawat juga menerjunkan tim Search And Rescue (SAR) untuk mengevakuasi warga terutama para lansia untuk diungsikan sementara di Kanzus Sholawat di Jalan dr Wahidin 70, Pekalongan.
"Hingga Senin (8/2) malam, kami telah berhasil mengevakuasi warga terdampak banjir sebanak 50 warga di tempat yang lebih aman, yakni di Gedung Kanzus Sholawat," ucapnya.
Pihaknya melakukan evakuasi untuk warha yang memerlukan pertolongan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Semuanya bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman sesuai permintaan.
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua