Hoaks Mewabah, Santri Banten Gelar Deklarasi Anti Hoaks
NU Online · Senin, 25 Maret 2019 | 03:30 WIB
Tangerang, NU Online
Menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang, informasi hoaks masih terus menjamur. Bukan tidak mungkin, hal itu akan menjadi pemicu keresahan masyarakat. Bahkan bisa melahirkan kegaduhan saat dan sesudah Pemilu digelar.
Menyikapi kondisi tersebut, Arus Informasi Santri (AIS) Banten menggelar acara Ngaji medsos & Al-Hikam di SD Mekar Bangsa Cisoka, Tangerang, Ahad (24/3).
Menurut Koordinator Daerah (Korda) AIS Banten, Ferdiansyah, hoaks harus terus-menerus diperangi tanpa kenal lelah. Sebab pelaku hoaks juga tak kenal waktu menebar kebohongannya. Setiap saat informasi hoaks selalu muncul mengiringi dinamika kehidupan.
“Pengajian medsos (media sosial) dan Al-Hikam sangat penting diadakan karena maraknya berita hoaks dan demi menjaga keutuhan negara, terlebih lagi jelang Pilpres 2019 ini,” jelasnya kepada NU Online.
Selain itu, Ferdi, sapaan akrabnya, juga mengajak para santri agar menolak segala bentuk berita hoaks. Sebab, informasi hoaks tidak hanya dapat menimbulkan kegaduhan dan permusuhan di tengah-tengah masyarakat tapi juga bisa yang mengancam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
“Berpikir dulu sebelum membagikan informasi. Kalau dulu mulutmu harimaumu, sekarang jarimu harimaumu. Saring sebelum sharing,” tukasnya mengimbau agar polisi menindak pelaku dan penyebar hoaks.
Di akhir acara yang juga dihadiri oleh Gusdurian Banten, ulama dan tokoh masyarakat setempat tersebut digelar Deklarasi Anti Hoaks yang isinya sebagai berikut. Pertama, menolak segala bentuk berita hoaks yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan. Kedua, memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang benar. Ketiga, mengajak seluruh elemen masyarakat mengedukasi tentang bahaya hoaks dan politik praktis di rumah ibadah demi menjaga kerukunan umat dan menjaga bumi serumpun sebalai tetap aman dan damai di Pemilu 2019. (Hanan/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua