Hujan Deras Picu Longsor di Muria Kudus, Transportasi dan Aktivitas Ekonomi Warga Terdampak
NU Online · Kamis, 15 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Kudus, NU Online
Bencana tanah longsor terjadi di jalur Colo, kawasan Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Peristiwa ini berdampak langsung pada akses transportasi serta aktivitas ekonomi warga, khususnya di Desa Japan, Kecamatan Dawe.
Salah seorang warga Desa Japan, Setyadika Firmansyah, mengungkapkan bahwa informasi longsor diterimanya sekitar lima menit setelah kejadian. Saat itu, ia mendapat kabar dari ibunya melalui pesan singkat, yang kemudian dengan cepat menyebar melalui grup WhatsApp dan media sosial.
“Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Meski ada rasa khawatir akan adanya longsor susulan, kami berusaha tetap tenang dan saling menguatkan,” ujar Setyadika kepada NU Online, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, longsor dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, dengan puncaknya hujan deras yang berlangsung seharian penuh pada hari kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan memicu amblesan tanah di sekitar badan jalan.
Material longsoran berupa batuan, tanah, dan aspal menutup sebagian badan jalan bahkan menghambat aliran sungai. Akibatnya, akses distribusi dan logistik warga terganggu karena kendaraan bermuatan besar tidak dapat melintas. Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilewati sepeda motor dan mobil berukuran kecil.
“Untuk sementara pasokan kebutuhan pokok dari pasar masih ada, tetapi distribusinya tidak lancar karena keterbatasan akses,” jelasnya.
Dampak longsor juga sangat dirasakan pada sektor ekonomi warga. Jalur Colo selama ini dikenal sebagai akses utama peziarah menuju kawasan Muria yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat. Sejak longsor terjadi, jumlah bus peziarah yang masuk ke wilayah tersebut menurun drastis.
“Yang paling kami khawatirkan adalah aktivitas ekonomi. Jalur Colo ini jalur utama. Jika tidak segera ada solusi, dampaknya akan sangat besar bagi warga,” ungkap Dika, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, sejak hari pertama hingga hari kedua pascalongsor, masih terjadi pergerakan tanah dalam skala kecil, terutama di bagian jalan yang mengalami amblesan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan, terlebih jika cuaca ekstrem terus berlanjut.
Meski demikian, warga setempat tetap berupaya menjaga ketenangan dan keselamatan bersama. Dengan menjunjung nilai kebersamaan dan gotong royong, masyarakat Desa Japan saling membantu sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
“Untuk sementara kami masih merasa aman. Walaupun ada rasa khawatir, kami sebagai warga desa berusaha bergotong royong dan saling menguatkan,” pungkasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, tercatat sebanyak 127 titik tanah longsor tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe. Bencana tersebut berdampak pada 33 rumah warga serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah akses jalan desa.
Selain longsor, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang juga memicu bencana lain, seperti 14 pohon tumbang, lima kendaraan rusak, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
BPBD Kudus bersama relawan gabungan terus melakukan upaya penanganan, mulai dari evakuasi warga terdampak, pendirian dan operasional dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga asesmen dan pembaruan data secara berkala.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 233 kepala keluarga atau 596 jiwa berada di titik-titik pengungsian.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Ujian dan Penghambaan hingga Anugerah Kemuliaan
2
Khutbah Jumat: Peringatan Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperbaiki Kualitas Shalat
3
Khutbah Jumat Isra Mi’raj: Shalat dan Kemaslahatan Sosial
4
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
5
Khutbah Jumat: Mi’raj Baginda Nabi dan Perjuangannya Meringankan Kewajiban Umat
6
Gerakan Nurani Bangsa Tolak Pilkada lewat DPRD: Rakyat Harus Diberi Ruang Memilih Secara Langsung
Terkini
Lihat Semua