Kebumen, NU Online
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Jawa Tengah, mengadakan "Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis KBK dan KKNI" di Ruang Pascasarjana, kampus setempat, Sabtu (1/11).
<>
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang telah menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan dalam penyusunan pencapaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.
Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi menyampaikan, lokakarya tersebut merupakan peningkatan wawasan peserta soal penyusunan kurikulum dalam upaya turut mengembangkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan perumusan di setiap prodi. Ia yakin lulusan kampus IAINU mempunyai keahlian yang jelas.
Lokakarya yang diikuti para dekan, para ketua jurusan, para sekertaris jurusan, kaprodi, dan penjamin mutu tersebut menghadirkan pembicara utama Arif Junaidi dari Kopertais wilayah X didampingi Wakil Rektor IAINU Slamet Mujiono.
Slamet menjelaskan, KKNI dilaksanakan melalui 8 tahapan, yaitu menetapkan profil kelulusan, merumuskan hasil pembelajaran (learning outcomes/LO), merumuskan kompetensi bahan kajian, pemetaan LO Bahan Kajian, pengemasan mata kuliah, penyusunan kerangka kurikulum, penyusuan rencana perkuliahan.
Setelah penyampaian bahan lokakarya oleh Slamet Mujiono, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok penyusunan kurikulum berbasis KBK dan KKNI per jurusan dan per kelompok program studi. (Bahrun/Mahbib)
Terpopuler
1
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
6
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
Terkini
Lihat Semua