Sumenep, NU Online
Membaca bekal wajib yang harus dimiliki oleh seorang wartawan. Kualiatas sebuah hasil reportase ditentukan sejauh mana seorang wartawan rajin membaca. Bahan bacaan sangat mempengaruhi sebuah tulisan.
<>
"Membaca kunci jurnalistik. Maka rajinlah membaca bagi seorang calon jurnalis untuk mencintai jurnalistik," kata Ibnu Hajar saat menjawab pertanyaan bagaimana cara mencintai jurnalistik, yang ditanyakan oleh salah seorang peserta diklat jurnalistik PC IPNU-IPPNU Sumenep, Kamis (5/4), di Aula Pusdiklat PCNU SUmenep lantai II, Gedungan Sumenep.
Lebih lanjut, ia memaparkan, semua orang mencintai karya jurnalistik karena semua orag butuh informasi. "Tanpa sadar, tiap kali ada peristiwa kita pasti bertanya 'ada apa'. Ini pertanda tiap orang butuh informasi."
Akan tetapi tidak semua informasi bisa dipercaya, "Hanya informasi seorang jurnalis yang bisa dipercaya," tegasnya. "Karena informasinya valid dan bisa dipertanggung jawabkan."
Dari itu, jurnalistik menjadi sangat penting dipelajari karena dalam menyampaikan bahasa informasi tertulis berbeda dengan bahasa oral. "Sebelum menulis tentu harus membaca dulu," tutur budayawan Madura tersebut.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: M Kamil Akhyari
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
6
Akhir Perang AS-Israel Versus Iran
Terkini
Lihat Semua