Lamongan, NU Online
Pada Ahad (31/3), Alun-alun Lamongan Kota diramaikan oleh penampilan para pelajar dalam acara Kirab Akbar Pelajar Nahdliyyin se-Kab. Lamongan.
<>
Acara ini sekaligus merupakan rangkaian acara penutupan dalam peringatan harlah IPNU-IPPNU, oleh IPNU-IPPNU cabang Lamongan.
Acara sendiri diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se-Kab. Lamongan.
Masing-masing peserta unjuk diri dalam menampilkan kreatifitasnya.
Tepat pukul 09.00 WIB Ketua PCNU Lamongan H Kacung Marijan mengibarkan bendera tanda dimulainya acara kirab tersebut. Kirab sendiri mengambil rute alun-alun kota sebagai garis start menuju ke perkampungan sekitar dan berakhir kembali di alun-alun Kota.
Kondisi ini membuat para peserta mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan hampir di sepanjang rute kirab.
Dari beberapa penampilan peserta ada peserta yang menampilkan karya uniknya melalui replika tikus besar. Replika tikus itu sengaja didesain dan diberi tulisan, “Cukup rusak tanaman saja, jangan merusak bangsa” tulisan tersebut seakan menjadi sindiran sosial atas realita yang terjadi sekarang, bahwa korupsi tidak hanya masalah uang semata, budaya juga bisa merusak moral bangsa.
Beberapa pelajar yang tampil memang banyak yang mengambil tema tani.
Dari berpakaian ala petani lengkap dengan alat-alat pertaniannya sampai ada yang membawa hasil taninya, padi, singkong dan lainnya. Selain itu juga ada yang menampilkan marching drum band oleh beberapa komisariat.
Acara yang berlangsung dibawah terik panas matahari itu tidak memupuskan semangat peserta. Mereka tetap antusias untuk menampilkan aksi-aksi kreatifitasnya sampai dengan selesainya acara. Dua jam kemudian peserta berhasil finis di alun-alun Lamongan kota.
Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor: Hepi Ikmal
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua