Daerah

ISNU Bojonegoro Kuatkan Modal Sosial dengan Pengajian 'Noto Ati'

NU Online  Ā·  Selasa, 9 Juli 2019 | 07:00 WIB

ISNU Bojonegoro Kuatkan Modal Sosial dengan Pengajian 'Noto Ati'

Pengajian 'Noto Ati' ISNU Bojonegoro, Jatim

Bojonegoro, NU OnlineĀ 
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) KabupatenĀ  Bojonegoro, Jawa Timur rutin mengadakan pengajian 'Noto Ati' setiapĀ Ahad di awal bulan. Namun kegiatan Ahad (7/7) malam yang dirangkaiĀ dengan halal bi halal itu sekaligus penguatan modal sosial.

Ketua PC ISNU Kabupaten Bojonegoro, Yogi Prana Izza menuturkan,Ā kegiatan ini rutin dilaksanakan, namun sempat ditiadakan karena awalĀ bulan pada hari Ahad bertepatan dengan ramadhan dan lebaran, sehinggaĀ baru terlaksana sekarang ini. Tetapi berbeda dengan biasanya, karenaĀ kalau biasanya mengundangan penceramah atau kiai.

"Hari ini berbeda, sebab selain halal bi halal juga khusus adaĀ talkshow (dialog, red) yang menghadirkan narasumber istimewa yakniĀ Bupati Bojonegoro, Ketua PCNU dan Dewan Ahli PC ISNU Bojonegoro,"Ā tuturnya.

Dalam halal bi halal dan penguatan modal sosial berlangsung diĀ halaman Apotek Joglo Jalan Lisman, lanjut Yogi, kalau modal itu tidakĀ hanya uang, tapi juga modal sosial dengan banyak hal. "SebagaiĀ makhluk sosial, kita membutuhkan orang lain," terang dosen UnugriĀ yang juga lulusan Mesir ini.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah yang menjadi keynote speakerĀ mengawali pemaparannya modal sosial yang dilakukan Pemkab BojonegoroĀ yakni bantuan sosial kepada masyarakat di Kota Ledre. "MembantuĀ masyarakat yang kurang mampu, bantuan sosial untuk modal, dan yangĀ lainnya. Tujuannya untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan,Ā meningkatkan IPM," paparnya.

Dijelaskan, modal sosial yang dilakukan sudah direncanakanĀ pemerintah, kalau tidak dilakukan pusat bisa dilaksanakan daerah.Ā Sehingga perencanaan itu menjadikan modal sosial bisa terarah tepatĀ sasaran dan terukur.

Ketua PCNU Kabupaten Bojonegoro, dokter Kholid Ubed menjelaskan, modal sosial itu antar seseorang berhubungan dengan kesepakatan norma-norma keduanya.Ā  "Kebutuhan orang berbeda, tapi bisa diatur sesuai norma. Problem kita merenungnya dangkal karena masih banyak hal yang perlu diperhatikan di sekitarnya," sebutnya.

Ditambahkan, cara melakukan modal sosial itu yakni aplikasi langsung,Ā dilihat baik dan buruknya serta melihat basisnya. Pasalnya, basisĀ satu dengan basis lain berbeda kebutuhan dan pelaksanaannya, sehinggaĀ diperlukan persamaan persepsi.

Sedangkan Mudzar Fahman menyebut banyak orang manis dalamĀ mengucapkan, tapi dalam prakteknya masih kurang. Misalnya adaĀ kelompok yang mengkafirkan kelompok yang lain, dan dibalas kelompokĀ lainnya.Ā "Sehingga terjadi kedua kelompok mengumbar kebencian. AkibatnyaĀ jangan harap kesatuan umat terjadi. Perlu modal sosial agar konflik itu tidak terjadi," ungkapnya.

Talkshow diikuti ratusan peserta, selain pengurus PC ISNU BojonegoroĀ juga dari pengurus ISNU kecamatan, termasuk masyarakat umum bisaĀ mengikuti talkshow dan bertanya langsung kepada narasumber, agarĀ penguatan hati dalam bermodal sosial terlaksana dengan baik. (MĀ Ā Yazid/Muiz)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang