Jadikan Masjid sebagai Pusat Kegiatan Umat
NU Online · Ahad, 7 April 2013 | 06:13 WIB
Purwakarta, NU Online
Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH HM Jhondien mengatakan, masjid-masjid NU harus dijadikan sebagai pusat kegiatan umat atau warga Nahdliyin di sekitar.
<>
“Jika tidak begitu, masjid-masjid NU bisa lepas ke pihak-pihak lain,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Purwakarta, di Pondok Pesantren Assalam, Sempur, pada Ahad (7/4).
Persoalannya, sambung kiai kelahiran Subang ini, “mereka” biasanya bukan hanya shalat, tapi menguasai masjid, kemudian membuang kebiasaan-kebiasaan jamaahnya.
“Mereka menyimpan khotibnya, lama kelamaan mimbar, tongkat dan tradisi NU dibuang,” tambahnya.
Salah satu caranya, sesuai yang diamanahkan pada Muktamar NU di Makassar, bahwa masjid Nahdliyin harus dijadikan sebagai sekretariat NU tingkat Ranting. Ia memberikan catatan, bahwa yang bisa dijadikan semacam itu adalah masjid-masjid yang didirikan dan dikelolan jemaah NU.
Senada dengan KH HM Jhondien, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi menegaskan supaya memaksimalkan fungsi masjid untuk pemberdayaan. Ia menyarankan supaya serambi masjid sebagai ruang hablum minan nas (pemberdayaan umat), sementara ruang dalam hablu minaAllah (shalat).
Rapimda bertema "Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat" ini dihadiri 200 imam, khotib, dan ta'mir masjid NU. Kegiatan terselenggara atas kerjasama PC LTMNU Purwakarta, PP LTMNU, dan PT SInde Budi Sentosa.
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua