Kemajuan teknologi yang semakin pesat dinilai dapat mengurangi kekhusyukan dalam beragama. Demikian disampaikan K Abdul Kirom dalam majlis taklim yang dilaksanakan di masjid al-Falah desa Margoyoso, kecamatan Kalinyamatan, kabupaten Jepara, Kamis (20/01).
Menurutnya, perkembangan teknologi memang membawa sisi positif tetapi disisi lain sangat berimbas pada menurunnya kekhusyukan beragama.<>
Penceramah asal Demak tersebut menyontohkan semakin banyaknya adzan yang dikumandangkan dari spiker mushola dan masjid tentu membuat Muslim mlebu kuping tengen, metu kuping kiwo (bungen tuwo- bahasa Jawa); masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Sebab, adzan yang dikumandangkan muadzin laiknya angin lewat saja.
Padahal, zaman dulu meski tanpa pengeras suara, saat waktu shalat maktubah tiba, Muslim berbondong-bondong untuk menuju ke tempat peribadatan (baik masjid maupun mushola). Muslim saat ini, lanjutnya telah dikalahkan oleh tayangan televisi maupun telepon seluler.
Sementara itu, nadhir masjid al-Falah, KH Muchlisul Hadi menghimbau kepada jamaah untuk senantiasa rajin dalam menuntut ilmu. Pengasuh pesantren Roudlotul Huda tersebut menjelaskan perintah thalabul ilmi yang disabdakan Nabi Muhammad SAW mewajibkan Muslim untuk menuntut ilmu, utamanya ilmu agama.
“Dengan menuntut ilmu Insyaallah hati kita senantiasa terang benderang karena selalu diisi dengan siraman agama,” tuturnya. (qim)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua