KMNU IPB Gelar Kajian Keputrian Bagi Nahdliyat
NU Online · Rabu, 30 September 2015 | 17:01 WIB
Bogor, NU Online
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor menggelar kajian khusus Nahdliyat KMNU IPB yang dinamai Kajian Keputrian. Kajian keputrian perdana dilakukan Sabtu (26/9) bertempat di Wisma Mardliyah Balebak, Dramaga.
<>
Kajian Keputrian ini mendapat apresiasi dari segenap anggota dan alumni, khususnya para Nahdliyat. Pasalnya, kajian keputrian pernah dilaksanakan 2 tahun lalu namun terhenti karena kurangnya SDM.
Kajian keputrian digagas dari banyaknya pertanyaan dan permasalahan di kalangan Nahdliyat yang harus didiskusikan dan dikaji. Maka di akhir tahun kepengurusan Kabinet Asyariyah ini, pengurus sebagai pengelola beserta segenap anggota dan alumni Nahdliyat bersama-sama membangkitkan lagi semangat mengaji secara istiqomah. Kitab yang dikaji dalam kajian keputrian KMNU IPB ialah kitab Tadzkirotul Hadhromiyyah, yakni kitab yang membahas tentang Fikih.
Pemateri kajian berasal dari Nahdliyat KMNU IPB yang sudah terlebih dahulu belajar agama, yakni Sofa (FKH/51) dan Noor Aini (TIN/48). Sofa membuka kajian keputrian sore dengan mukaddimah kitab Tadzkirotul Hadhromiyyah, yang didalamnya dijelaskan rukun agama dalam hadits Arba'in No. 2 oleh Umar terdiri atas Islam, iman, ihsan dan hari kiamat. Namun secara umum yang dikenal ada 3, karena menurut para ulama. Ketiga rukun tersebut dapat menimbulkan ilmu yaitu Islam yang berhubungan dengan ilmu fikih, iman berhubungan dengan ilmu tauhid dan ihsan berhubungan dengan akhlak (ilmu tasawuf).
Sofa mengatakan bahwa apa yang dipelajari dalam kajian ini khususnya tentang prinsip kehati-hatian penting untuk disalurkan ke sesama Muslimah lainnya meskipun berbeda golongan. Karena kekuatan Islam disimbolkan dari keutuhan umatnya. Diakhir pertemuan, Aini mengatakan bahwa dalam kajian tersebut diharapkan dapat membahas permasalahan-permasalahan mendetail tentang fikih wanita, seperti cara berwudhu dan menggunakan mukena. Kemudian dilakukan beberapa praktik bersama agar lebih aplikatif. Red: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua