Konfercab NU Sidrap, Kesiapan Sambut Seabad NU
NU Online · Senin, 19 Oktober 2020 | 08:00 WIB
Sidrap, NU Online
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidrap, Sulawesi Selatan bakal menggelar Konferensi Cabang di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa Benteng Sidrap, 21-22 Oktober 2020. Panitia telah menetapkan logo resmi untuk forum tertinggi NU di tingkat cabang ini.
Sekretaris Panitia Konfercab NU Sidrap Mahmud Nurdin menjelaskan sesuai dengan tema Konfercab Palisui sumange'na NU Sidrap: Menyongsong Satu Abad NU. Maknanya adalah perintah kepada semua kader dan warga NU Sidrap untuk mereaktualisasi semangat ber NU di Kabupaten Sidrap.
"Konsep perancangan logo tersebut melambangkan kokohnya jamiyah NU yang mampu bergerak progresif dan menunjukkan ketegasan, tegas dalam menjaga aqidah Aswaja An-Nahdliyah," kata Mahmud Nurdin.
Huruf lontara Bugis yang berarti Ta Ma berarti masuk dan juga lambang rumah panggung selain bermakna NU, lanjut dia, mampu mengayomi juga bermakna mengajak masyarakat Sidrap untuk bergabung masuk berjamiyah di rumah besar NU.
Pria yang juga Sekretaris Umum PC GP Ansor Sidrap ini meneruskan, pewarnaan merujuk pada pewarnaan khas NU. Hijau melambangkan kesuburan, kesegaran dan kesejukan. Warna hijau juga melambangkan persahabatan dan ketenangan.
"Bintang sembilan pada lambang tersebut melambangkan sembilan bintang pada lambang NU yang bermakna bintang yang berukuran besar dibanding delapan yang lainnya melambangkan Rasulullah. Sementara yang empat melambangkan sahabatnya yang mendapat julukan Khulafaur Rasyidin yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib," paparnya.
Sementara empat bintang yang lainnya melambangkan empat imam mazhab Ahlussunah wal Jamaah yaitu Imam Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Hanbali. "Semoga dengan Konfercab ini mampu mengembalikan semangat ber-NU di Kabupaten Sidrap," harapnya.
Kontributor: Sultan Buana Nurkholis
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua