Konferwil XV PWNU Aceh Angkat Isu Lingkungan di Tengah Ancaman Bencana
NU Online · Senin, 16 Februari 2026 | 09:00 WIB
Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh resmi digelar di Gedung MPU Aceh, Banda Aceh, Ahad (15/2/2026) malam. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh resmi digelar di Gedung MPU Aceh, Banda Aceh, Ahad (15/2/2026) malam. Forum lima tahunan yang berlangsung pada 15-16 Februari 2026 itu mengusung tema Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir langsung di Aceh.
Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menegaskan bahwa pengangkatan tema ekologis merupakan respons atas berbagai bencana alam yang melanda Aceh dalam beberapa waktu terakhir, termasuk banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten/kota.
“NU harus hadir bukan hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga dalam gerakan menjaga lingkungan sebagai bagian dari amanah keumatan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan ekologis menjadi tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif organisasi keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Faisal Ali yang akrab disapa Abu Sibreh memaparkan capaian PWNU Aceh selama lima tahun terakhir. Di bidang kaderisasi, Aceh kini menempati peringkat ke-13 dari 38 provinsi dalam jumlah pengaderan terbanyak secara nasional. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran berorganisasi di kalangan nahdliyin Aceh.
Di bidang kebencanaan, PWNU Aceh disebut bergerak cepat merespons banjir bandang. Meski sempat terkendala jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak, pengurus cabang tetap proaktif membantu korban. Bantuan telah disalurkan ke hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh, kecuali tiga daerah yang saat itu masih dalam proses koordinasi distribusi.
Ia juga menyampaikan bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, sebelumnya hadir di Aceh untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak banjir dan longsor. Kehadiran tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu dinilai menjadi energi bagi nahdliyin dalam proses pemulihan pascabencana.
Abu Sibreh menambahkan, Konferwil XV dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, sekitar empat hari. Namun, berkat soliditas panitia dan dukungan seluruh elemen, kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.
Selama lima tahun kepemimpinannya, berbagai program lembaga dan badan otonom (Banom) PWNU Aceh berjalan di bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai aktivitas organisasi.
Konferwil XV diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan penguatan kaderisasi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
“Kita berharap dengan tema yang diusung, NU Aceh menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya isu teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, forum ini menjadi momentum konsolidasi dan refleksi di tengah tantangan bencana, perubahan iklim, serta dinamika sosial. NU Aceh, katanya, bertekad terus hadir sebagai penyangga umat dan penjaga keseimbangan kehidupan.
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua