Merayakan Kebersamaan dalam Perbedaan
NU Online · Selasa, 4 Februari 2014 | 08:30 WIB
Solo, NU Online
Pagi itu, Ahad (2/2), cuaca tampak cerah, sedikit berbeda dengan hari biasanya yang akrab dengan hujan. Gelaran Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, pun semakin meriah. Tua, muda, besar kecil semua asyik dengan segala aktivitas masing-masing.
<>
Mentari perlahan naik, jalanan protokol Kota Solo itu semakin ramai pengunjung. Tiba-tiba di salah sudut jalan, tepatnya di depan kompleks Rumah Dinas Walikota Solo, di Loji Gandrung, sebagian aktivitas pengunjung terhenti ketika suara tabuhan membahana diiringi bunyi gemerincing. Alunan musik itu bertambah semarak dengan munculnya barongsai yang meliuk-liuk indah bak seekor naga tengah terbang menari.
Tak pelak, atraksi barongsai menjadi tontonan para pengunjung. Mereka berkerumun untuk menyaksikan lebih dekat salah satu budaya dari Tionghoa tersebut. Sementara itu, di dekat kerumunan atraksi, beberapa orang membentangkan sejumlah spanduk. “Merayakan Kebersamaan Dalam Perbedaan”, “Solo Damai; Hargai Perbedaan, Perkokoh Kebhinekaan”, dan lain sebagainya.
Rupanya rangkaian atraksi dan bentangan spanduk tersebut merupakan kegiatan aksi yang dilakukan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Solo bersama sejumlah elemen lain. “Acara ini merupakan gabungan peringatan Harlah NU dan perayaan Imlek,” kata Ketua PC GP Ansor Solo Muhammad Anwar saat ditemui NU Online seusai acara.
Untuk itu, pihaknya menggandeng komunitas Forplas. Forplas ini merupakan forum pemuda lintas iman se-Solo. “Harapannya, ya kita ingin menciptakan perdamaian dan membangun kebersamaan,” terang Anwar yang juga menjabat sebagai ketua Forplas.
Ditambahkan olehnya, pada momentum ini panitia juga membagikan kue keranjang, yang identik dengan perayaan imlek, kepada para pengunjung. “Kalau tahun kemarin, sekaligus juga kita kampanye antinarkoba, dengan membagi stiker bertuliskan: kue keranjang lebih enak daripada narkoba,” ungkap Anwar.
“Ya, semoga dengan cara-cara kecil semacam ini, juga dapat mempererat persaudaraan dan menjadi kegiatan positif bagi generasi muda,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua