Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji
NU Online Ā· Jumat, 16 Agustus 2013 | 09:35 WIB
Klaten, NU Online
Puncak perayaan tradisi Syawalan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten berlangsung di puncak Bukit Sidoguro, Kamis (15/8). Pada acara ini hanya dimeriahkan dua gunungan ketupat, berbeda dengan Syawalan pada tahun lalu yang dimeriahkan 37 gunungan ketupat.
<>
Penurunan jumlah gunungan ketupat itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Sugeng. Dia mengatakan gunungan ketupat memang sengaja dikurangi pada puncak perayaan tradisi Syawalan tahun ini. Menurutnya, penggunaan banyak gunungan ketupat yang diperebutkan ribuan warga malah membuatnya mubazir.
āDulu ketupat itu banyak yang mubazir karena setelah diperebutkan warga justru tidak dimakan,ā terang Sugeng.
Kendati hanya ada dua gunungan ketupat, sambung Sugeng, panitia menyediakan sekitar 6.000 paket makanan berisi ketupat dengan lauk-pauknya. Paket makanan itu dibagikan kepada pengunjung yang memadati Bukit Sidoguro.Ā
āSemua pengunjung dibagi paket makanan siap saji itu. Mereka bisa menyantap di lokasi atau dibawa pulang. Jadi semua paket makanan itu tidak akan mubazir,ā terangnya.
Berbeda dengan tahun lalu, dua gunungan ketupat yang berjenis kelamin lanang dan wadon hanya akan dikirab dari Rawa Jombor menuju Bukit Sidoguro. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kirab gunungan ketupat biasa dimulai dari Alun-Alun Klaten menuju Bukit Sidoguro.Ā
āStart kirab nanti ada di bawah pohon beringin di kompleks Rawa Jombor menuju atas bukit. Tidak perlu jauh-jauh karena hanya ada dua gunungan ketupat,ā paparnya.
Tak berbeda dengan yang dilakukan warga di desa Krakitan, masyarakat di Desa Jimbung juga merayakan Lebaran Ketupat dengan meriah. Acara dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB dimulai kirab dari Balai Desa Jimbung tepatnya di desa Jiwan diarak menuju lokasi dengan berjalan kaki.
Setelah proses penyebaran ketupat, beberapa warga terlihat tengah asyik saling melempari ketupat. āBukan emosi tetapi sebagi wujud senang alias gembira,ā kata Tri Subagyo, salah satu warga.
Redaktur Ā : Mukafi Niam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
5
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua