MUI Harus Berperan Tekan Gesekan Antaragama di Pilpres
NU Online · Sabtu, 7 Juni 2014 | 16:10 WIB
Sukoharjo, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berperan dalam menjaga keamanan wilayah dengan menekan potensi gesekan antarumat beragama maupun ormas yang mungkin terjadi hajatan Pilpres 9 Juli mendatang
<>
Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Fadlolan Musyafa’ Mu’thi mengatakan, MUI majelis yang mewadahi tokoh-tokoh agama Islam. Anggota MUI harus berpikir jernih dalam menyikapi isu-isu yang belum tentu benar.
“Kalau ulamanya sudah termakan isu dan sulit mengendalikan diri, bagaimana masyarakatnya. Karena itu MUI memiliki peran sangat penting membantu menjaga kondusivitas dalam menghadapi pemilu,” terang Fadlolan yang juga menjabat Sekretaris Komisi Fatwa MUI Provinsi Jateng, usai menghadiri pengukuhan pengurus MUI Sukoharjo di Garaha Satya Praja Sukoharjo, Kamis (6/5) lalu.
Senada dengan Fadlolan, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menilai persatuan dalam tubuh MUI akan membuat suasana di menjadi kondusif. Ia juga meminta agar seluruh lapisan masyarakat bersatu dalam menjaga kondusivitas. “Meskipun berbeda keyakinan dan pilihan, tidak boleh ada benturan sedikitpun,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilantik pengurus baru MUI Sukoharjo 2014-2019 yang diketuai KH Yazid Anwar. Beberapa nama dari kalangan NU juga turut di dalamnya, diantaranya KH. Choirul Anwar, KH. Adib Zain, M Nagib Sutarno, KH Ahmad Baidlowi, Lasimin, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua